"Banyak objek wisata pantai yang menawarkan keindahan dan daya tarik luar bisa, sehingga wisatawan berbondong bondong mengisi waktu liburan mereka pergi ke Pantai," tulis akun Instagram @sarparangtriris dikutip SketsaNusantara.id dari postingan yang diunggah hari Rabu, 29 Januari 2025.
"Namun minimnya pengetahuan tentang wisata pantai membuat banyak orang celaka. Wisatawan diharapkan lebih bisa memahami keamanan wisata pantai karena tidak ada larangan untuk pergi ke pantai, tapi ada aturan yang harus dipatuhi," tandasnya.
Aturan pertama yang harus dipatuhi adalah jangan bermain air atau berenang di area rip current atau boleran.
Area rip current memiliki ketinggian air yang signifikan. Rip Current merupakan area terlarang karena meiliki arus kuat yang bisa menyeret ke tengah laut dan membawa kita menjauh dari bibir pantai bahkan bagi perenang handal sekalipun.
Ciri-ciri area berbahaya ini adalah tidak adanya buih akibat dari pecahan ombak, aliran air lebih tenang dan warnanya lebih gelap dari samping kiri-kanannya.
Biasanya di objek wisata pantai telah pasang bendera warna merah atau garis yang membentang untuk membatasi wisatawan menuju area berbahaya.
Saat bermain, perhatikan juga ada gelombang air laut yang menghantam bibir pantai lalu air tersebut akan menaik ke tengah yang dinamakan arus balik tengah.
Arus balik tengah ini juga cukup berbahaya karena bisa menarik objek apapun dari bibir pantai ke tengah laut dan kerap menjadi penyebab wisatawan tenggelam.
Selama masa liburan, pantai makin ketat mendapatkan penjagaan dari para petugas dari satuan linmas masing-masing pemerintah desa yang dibekali pengetahuan untuk menangani bencana dan memelihara keamanan serta kenyamanan wisatawan.
Para petugas selalu mengawasi serta memperingatkan para wisatawan yang bermain ke pantai.
Mereka juga siap siaga mengenakan rompi apung berjaga-jaga melakukan penyelamatan jika ada kejadian tak terduga saat ada wisatawan yang tak sengaja terseret arus ke tengah laut.
Oleh karena itu, wisatawan dilarang untuk berenang ke tengah laut menghindari batas sesuai yang ditentukan agar tak terkena resiko terhantam ombak besar dan arus kuat yang mengakibatkan badan terombang ambing terbawa arus.
"Kejadian laka terseret ombak sudah sering terjadi di objek wisata pantai manapun. Oleh karena itu jangan dihiraukan peringatan dari petugas dan patuhi aturan demi keselamatan bersama," ucap petugas Pantai Parangtritis dalam video yang diunggah akun @sarparangtritis.
"Bukan hanya pengunjung atau wisatawan yang celaka, jika ada yang terseret ombak petugas penyelamat juga bisa terbawa arus kuat karena kondisi tak menentu di lapangan. Oleh karena itu, selalu patuhi peraturan dan jaga keselamatan masing-masing saat bermain ke pantai," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Tarik Diri dari Proyek Beach Club di Gunung Kidul, Raffi Ahmad Tuai Pujian, Cak Imin: Keren! Pro Lingkungan! The Best Bro
5 Fakta Gunung Sewu, Lokasi Beach Club Raffi Ahmad di Gunung Kidul, Salah Satu Geopark Warisan Dunia Loh
Dulunya Lautan! Inilah Sejarah Terbentuknya Gunung Kidul di Yogyakarta Menjadi Surga Karst Menakjubkan
Anak Drummer Matta Band Meninggal Dunia, Ada Pesan Terakhir Sebelum Tenggelam di Pantai Kelingking Bali: Jangan Pernah...
Putra Drummer Matta Band Hanyut di Pantai Kelingking Bali, Benarkah Wafat karena Tenggelam Termasuk Mati Syahid? Begini Penjelasan Menurut Hadist
Lelaki Paruh Baya Ditemukan Tewas di Bibir Pantai di Jember, Polres Jember Menduga Korban Orang Tenggelam