Kamis, 4 Juni 2026

Menko Airlangga Bantah Pagar Laut Bagian dari Giant Sea Wall, Apa Itu? Mega Proyek Prabowo Senilai Ratusan Triliun

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 17 Januari 2025 | 12:00 WIB
Potret tanggul laut di wilayah Jakarta (kppip.go.id)
Potret tanggul laut di wilayah Jakarta (kppip.go.id)

 

SketsaNusantara.id - Kisruh pagar laut yang membentang 30 kilometer di pesisir Banten dikaitkan dengan rencana proyek Tanggul Raksasa atau Giant Sea Wall.

Apalagi hingga saat ini kepemilikan pagar laut tersebut masih simpang siur meski sejumlah nelayan mengaku memasangnya secara swadaya.

Kendati demikian, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan untuk mencabut pagar laut tersebut.

Baca Juga: Akhirnya Terungkap Siapa Pemilik Pagar Laut Misterius di Bekasi , Nilai Proyeknya Fantastis Hingga Capai Rp 200 Miliar Namun Belum Peroleh Izin Resmi

Pagar Laut yang menghebohkan publik pada awal tahun 2025 ini juga sempat dituding sebagai bagian dari mega proyek Tanggul Raksasa atau Giant Sea Wall.

Namun hal tersebut langsung dibantah oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

“Bukan, bukan, beda, beda,” ungkap mantan ketua umum Partai Golar tersebut kepada wartawan.

Baca Juga: Nyeleneh, Tanggapan Komeng soal Polemik Pagar Laut Misterius di Perairan Tangerang dan Bekasi Tuai Hujatan Netizen: Bercanda Ada Waktunya

Airlangga juga menegaskan, proyek Giant Sea Wall masih dalam tahap pembahasan studi.

Giant Sea Wall atau Tanggul Raksasa merupakan salah satu proyek Prabowo Subianto sebagai presiden Indonesia terpilih.

Giant Sea Wall merupakan rencana perluasan pembangunan tanggul laut raksasa yang saat ini baru dijalankan dari Banten ke Jakarta.

Baca Juga: Tangerang Geger, Penemuan Pagar Laut Sepanjang 30 Km, Apa Itu? Berikut Dampaknya Bagi Nelayan hingga Ekosistem

Sejak akhir 2024, proyek ini sudah mulai direncanakan, bahkan Airlangga menyebutkan perkiraan anggaran yang cukup fantastis untuk pembangunan Giant Sea Wall.

Tanggul laut raksasa yang rencananya akan membentang dari Banten hingga Jawa Timur ini konon menelan biaya Rp700 triliun.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X