Minggu, 19 Juli 2026

Bikin Malu Pemerintah, Usulan Zakat untuk Makan Bergizi Gratis Ditolak Kepala KSP

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 16 Januari 2025 | 05:00 WIB
Potret beberapa menu makan gratis yang dimulai pemerintah pada Senin, 6 Januari 2025.  (Kolase X/unggieaa/sifa_fauzia)
Potret beberapa menu makan gratis yang dimulai pemerintah pada Senin, 6 Januari 2025. (Kolase X/unggieaa/sifa_fauzia)

SketsaNusantara.id - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) AM Putranto menanggapi tegas wacana kontroversial penggunaan dana zakat untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, usulan tersebut memalukan dan tidak mencerminkan cara kerja pemerintah yang baik.

"Itu sangat memalukan, bukan seperti itu kami," ujar Putranto kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu 15 Januari 2025.

Baca Juga: Ketua DPD RI Sultan Najamuddin Usul Masyarakat Bantu Biayai Program Makan Bergizi Gratis, Netizen: Rakyat Jadi Tumbal...

Program MBG yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, menurut Putranto, sudah memiliki alokasi anggaran sendiri.

Pemerintah, kata dia, tidak akan mengandalkan dana yang seharusnya diperuntukkan untuk keperluan lain seperti zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

“Kan bukan itu gunanya zakat. Untuk itu karena presiden sudah berniat baik dengan dengan tulus untuk memberikan terbaik untuk bangsa Indonesia kepada siswa-siswi, pondok pesantren ibu hamil untuk menyelenggarakan," tambahnya.

Baca Juga: Lucu! Beredar Video Murid-Murid SMA Review Makan Siang Gratis dari Presiden RI Prabowo Subianto, Sampai Joget-Joget

Putranto memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk menjalankan MBG tanpa mengganggu sektor lainnya.

Hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk mendukung peningkatan gizi anak bangsa.

Wacana ini awalnya muncul dari Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin. Dalam pernyataannya, Sultan mengusulkan agar masyarakat terlibat lebih jauh dalam program MBG melalui pemanfaatan ZIS.

Baca Juga: Mahfud MD Soroti Kemenag RI Soal Etika Makan dan Minum, Netizen: Makan dengan Tangan Kanan, Kalau Kidal?

Ia menilai DNA masyarakat Indonesia yang gotong royong dan dermawan dapat dimanfaatkan untuk mendukung program ini.

"Saya sih melihat ada DNA dari negara kita, DNA dari masyarakat Indonesia itu 'kan dermawan, gotong royong. Nah, kenapa enggak ini justru kita manfaatkan juga?" ungkap Sultan dalam Sidang Paripurna Ke-10 DPD RI, Selasa 14 Januari 2025.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X