SketsaNusantara - Hari ini Selasa 7 Januari 2025, Pemerintah Brasil menyebutkan Indonesia telah resmi bergabung dengan BRICS.
Lalu apa sebetulnya BRICS dan apa manfaat nya bagi Indonesia masuk sebagai anggota?
BRICS sendiri merupakan kelompok negara-negara yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China dan South Afrika.
BRICS konon merupakan kelompok yang dibentuk untuk meningkatkan kerjasama ekonomi, politik, dan sosial di antara negara-negara anggotanya.
BRICS berfokus pada isu-isu global seperti pembangunan berkelanjutan, reformasi lembaga keuangan internasional, dan peningkatan perdagangan antarnegara anggota.
Dan kini Indonesia sudah resmi masuk keanggotaan BRICS, sehingga banyak yang mempertanyakan apa sebetulnya keuntungan Indonesia dalam keanggotaan nya di BRICS.
Hal itu kemudian dijawab oleh Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Profesor Hikmahanto Juwana, dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Liputan 6.
Menurut Hikmahanto Juwana, tujuan masuknya Indonesia ke keanggotaan BRICS merupakan bentuk pengaplikasian diri untuk masuk ke OICD.
"Jadi kalau kita masuk BRICS tentu ini menunjukkan bahwa Indonesia menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif," jelasnya.
Baca Juga: 14 Triliun Utang UMKM Dihapus Prabowo untuk Wujudkan Komitmen Kuatkan Perekonomian Nasional
Untuk itu ia menjelaskan bahwa Indonesia masuk ke dalam keanggotaan ini tentu saja tujuannya untuk kepentingan nasional Indonesia.
"Politik luar negeri bebas aktif itu harus diabdikan kepada kepentingan nasional Indonesia," tambahnya.
Artikel Terkait
Prabowo Sebut Koruptor Boleh Bertobat, Tapi Jangan Lupakan Uang yang Dicuri
Tak Setuju Hukuman Ringan Harvey Moeis, Presiden Prabowo Subianto Sindir Hakim dan Sebut Angka Hukuman yang Pantas Untuknya
Jawab Sentilan Presiden Prabowo Subianto Terkait Hukuman Ringan Harvey Moeis, Kejagung Sebut Integrated Criminal Justice System, Apa itu?
4 Hadiah Tahun Baru 2025 dari Presiden Prabowo Subianto, PPN 12 Persen untuk Barang Mewah hingga Aneka Subsidi
Sentil Buzzer Presiden, Baskara Putra Sebut Saran Prabowo Soal Penambahan Kelapa Sawit Ngawur, Hindia: Dicebokin Seperti Apa?