Minggu, 19 Juli 2026

Bakal Jadi Syarat Kelulusan? Keputusan Mendikdasmen Kembali Berlakukan Ujian Nasional Tuai Pro Kontra, Warganet Protes Soal Sistem Kenaikan Kelas

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 3 Januari 2025 | 07:45 WIB
Potret Mendikdasmen Abdul Mu'ti sebut UN akan kembali diberlakukan mulai 2026 yang menuai pro kontra di masyarakat  (Instagram/abe_mukti)
Potret Mendikdasmen Abdul Mu'ti sebut UN akan kembali diberlakukan mulai 2026 yang menuai pro kontra di masyarakat (Instagram/abe_mukti)

Sekum Muhammadiyah itu juga menyebut bahwa sistem penilaian saat ini masih berbasis sampling, sehingga belum sepenuhnya menggambarkan kemampuan individual siswa.

Jika sebelumnya UN dijadikan sebagai syarat atau penentu kelulusan sekolah, Mendikdasmen menyebut Ujian Nasional tahun mendatang dipastikan akan berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Kami akan mengkaji semua pengalaman sejarah itu termasuk kekhawatiran masyarakat dan kami memiliki sistem evaluasi baru sehingga UN akan berbeda dengan sebelumnya," kata Abdul Mu'ti dikutip dari akun postingan Instagram @sisiterag.official yang diunggah pada hari Rabu, 1 Januari 2025.

Baca Juga: Nah Loh! Mahfud MD Soroti Sikap 3 Hakim di Sidang Harvey Moeis Usai Berikan Vonis: Ini Aneh

Kabar mengenai UN ini memicu berbagai reaksi di masyarakat, dan ramai diperbincangkan di media sosial hingga sempat jadi trending topic di X (dulu Twitter).

Sebagian warganet mendukung langkah ini, dengan alasan bahwa UN dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih giat.

Tak sedikit warganet yang menyoroti fenomena "masa bodoh" siswa terhadap pendidikan setelah UN ditiadakan.

Baca Juga: Hapus Presidential Threshold 20 Persen Disebut Pengamat Politik Sebagai Tindakan Fenomenal MK, Apa Efeknya Pada Pemilu 2029?

Banyak yang berpendapat bahwa penghapusan UN membuat sebagian siswa tidak lagi merasa perlu belajar serius karena tetap naik kelas meskipun hasil belajar mereka kurang memuaskan.

"Gak lama lagi akan ada istighosah bersama, try out lebih intens, les sekolah 3x seminggu, seenggaknya bikin anak-anak belajar, miris banget liat anak SMA sampe ada yang gak hafal perkalian," komentar salah satu netizen.

"Sumpah ya, aku ngalamin sendiri perbedaan kalo gak ada UN, anak-anak jadi makin males belajar dan cuma mengandalkan AI atau google," imbuh netizen lainnya.

Baca Juga: 2 Pekerja Migran Asal Jember Butuh Bantuan di Arab Saudi, Bupati Terpilih Pastikan Keduanya Segera Pulang ke Indonesia

Di sisi lain, ada pula yang menolak wacana ini. Kelompok ini berargumen bahwa UN tidak relevan sebagai satu-satunya indikator mutu pendidikan.

Mereka khawatir bahwa pengembalian UN akan kembali menimbulkan tekanan akademis yang besar pada siswa, terutama di daerah dengan akses pendidikan yang masih terbatas.

Selain itu, keberhasilan pendidikan tidak semestinya diukur hanya dari hasil ujian nasional, dan Mendikdasmen diminta mengkaji sistem kenaikan kelas yang dinilai kurang tegas.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Instagram @sisiterag.official

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X