Minggu, 19 Juli 2026

Agenda Padat di Mesir, Prabowo Pastikan Pemerintahan Tetap Solid Hadapi Libur Akhir Tahun

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Selasa, 17 Desember 2024 | 20:00 WIB
Prabowo Tinggalkan Pesan Penting untuk Kabinet Sebelum Hadiri KTT D-8 di Mesir (Dok. Sekpres RI)
Prabowo Tinggalkan Pesan Penting untuk Kabinet Sebelum Hadiri KTT D-8 di Mesir (Dok. Sekpres RI)

SketaNusantara.id – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta jajaran Kabinet Merah Putih untuk tetap menjaga komunikasi selama dirinya melakukan kunjungan kenegaraan ke Mesir.

Prabowo Subianto memastikan dirinya siap dihubungi kapan pun jika ada hal penting yang perlu diputuskan.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa 17 Desember 2024.

Baca Juga: Megahnya SMA Taruna Nusantara Malang dan Cimahi, Sekolah Besutan Prabowo yang Jadi Perbincangan Netizen

"Persiapan Natal dan Tahun Baru sudah matang, dan saya kira semuanya akan berjalan lancar. Namun, tetap dengan sarana komunikasi yang baik, setiap saat saya bisa dihubungi. Jika ada keputusan penting, semua pihak dapat berkonsultasi langsung dengan saya,” ujar Prabowo sebelum berangkat. 

Prabowo berangkat ke Kairo, Mesir, menggunakan pesawat PK-GRD dalam rangka kunjungan kenegaraan.

Agenda utama di Mesir adalah pertemuan bilateral dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, serta kehadirannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang digelar di Kairo. 

Baca Juga: Disebut Sebagai Kucing yang Banyak Dicari di Google, Bobby Kertanegara Kucing Presiden Prabowo Peroleh Penghargaan

Kunjungan ini menjadi momen bersejarah, mengingat terakhir kali Presiden RI melakukan kunjungan resmi ke Mesir adalah pada tahun 2013.

"Mesir adalah sahabat dekat dan mitra strategis bagi Indonesia, serta negara yang memiliki peran penting di kawasan Timur Tengah," ujar Prabowo. 

Selain bertemu dengan pemimpin Mesir, Prabowo juga akan berpartisipasi dalam KTT D-8, sebuah organisasi kerja sama ekonomi antarnegara berkembang.

Baca Juga: Prabowo dan Puan Maharani Jadi Besan? Didit Hediprasetyo Umbar Kedekatan Tak Biasa dengan Pinka Haprani, Netizen: Ikutan Happy

D-8, yang didirikan pada tahun 1997, beranggotakan delapan negara, yakni Indonesia, Mesir, Bangladesh, Iran, Malaysia, Nigeria, Turkiye, dan Pakistan. 

KTT ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, dan pembangunan dengan negara-negara anggota D-8. 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X