Kamis, 4 Juni 2026

Nggak Laku? Muncul Petisi Tolak Pengunduran Diri Gus Miftah Sebagai Utusan Khusus Presiden! Alasannya di Luar Nalar

Photo Author
Wilda Wijayanti, Sketsa Nusantara
- Selasa, 10 Desember 2024 | 07:00 WIB
Muncul petisi permohonan pada Prabowo agar menolak pengunduran diri Gus Miftah dari Utusan Khusus Presiden. (Instagram @gusmiftah)
Muncul petisi permohonan pada Prabowo agar menolak pengunduran diri Gus Miftah dari Utusan Khusus Presiden. (Instagram @gusmiftah)

SketsaNusantara.id - Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden pada Jumat, 6 Desember 2024 lalu.

Keputusan Gus Miftah mundur pun menuai respons positif dari tak sedikit masyarakat.

Pasalnya, Gus Miftah dinilai memiliki etika dan adab yang tidak mencerminkan sosok Utusan Khusus Presiden usai ulahnya memaki-maki penjual es teh Sunhaji viral.

Baca Juga: Ekspresi Kaget Jadi Sorotan, Inilah 5 Fakta Jejak Karier Reza Arap yang Akui Lupa Pernah Beri Donasi Hingga Ratusan Juta

Namun kini, muncul petisi permohonan pada Presiden Prabowo Subianto agar Gus Miftah tetap mengemban amanah sebagai Utusan Khusus Presiden.

Adalah Agus Saripin, sosok yang memprakarsarai petisi di laman change.org tersebut.

Sayangnya, petisi yang sudah dimulai satu hari setelah Gus Miftah mengundurkan diri atau pada Sabtu, 7 Desember 2024 tersebut seolah tak laku.

Baca Juga: Sering Dihujat karena Perilakunya, Inilah 5 Kontroversi Reza Arap Mulai dari Agama Hingga Sindir Haters

Hingga artikel ini dibuat, pada Selasa, 10 Desember 2024, pukul 00.25 WIB, tercatat petisi tersebut baru ditandatangani 691 dari target 1.000 orang.

Dalam petisi yang dibuatnya, Agus menjelaskan alasan-alasan mengapa Prabowo harus menolak pengunduran diri Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden.

Agus menulis dalam petisinya, roasting dan gojlokan tidak selamanya berkonotasi negatif, karenanya sudah selayaknya untuk dipahami dalam konteksnya.

Baca Juga: Benarkah Gus Miftah Adalah Anak dari Kyai Besar? Begini Pengakuan Sang Adik Kandung, Sangat Berbanding Terbalik!

Selain itu menurutnya, gaya dakwah yang populis dan membumi disertai bumbu-bumbu canda adalah konteks ucapan Gus Miftah terhadap pedagang es teh.

“Ucapan Gus Miftah terhadap pedagang es teh tidak mengandung konotasi negatif sama sekali, dibuktikan dengan kunjungan Gus Miftah ke kediaman bapak Sonhaji, dan sebaliknya kunjungan balik bapak Sonhaji ke kediaman Gus Miftah,” tulis Agus lagi.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X