Kamis, 4 Juni 2026

Akan Kembangkan JFC ke Level Internasional, Gus Fawait Bakal Siapkan Program BBJ Reborn untuk Bangun Pariwisata Jember

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Minggu, 24 November 2024 | 06:45 WIB
Gus Fawait saat memberikan paparan. (Dok.SketsaNusantara.id)
Gus Fawait saat memberikan paparan. (Dok.SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Pasangan Calon Bupati Nomor Urut 02 Muhammad Fawait-Djoko Susanto, berkomitmen bakal mengembangkan pariwisata di Jember karena dianggap memiliki potensi yang sangat besar.

Hal ini disampaikannya saat Debat Publik terakhir di Cempaka Hill, Sabtu 23 November 2024.

Salah satu program yang akan dijalankan olehnya dengan mengadopsi dan menginovasi program zaman Bupati MZA Djalal saat menjabat yakni, Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) Reborn termasuk Jember Fashion Carnaval (JFC).

Baca Juga: Wadahi Komunitas Sound Horeg di Jember, Gus Fawait Komitmen Berikan Penataan dan Pengungkit Ekonomi

Gus Fawait mengatakan, JFC merupakan salah satu pagelaran yang lahir di Jember dan membawa nama kabupaten ini mendunia.

"Maka, dari itu perlu sentuhan yang lebih serius termasuk juga mengagendakan setiap tahunnya pada bulan yang sama dan tidak meninggalkan kearifan lokal budaya Jember," ujarnya.

Menurutnya, bila JFC dikelola dengan baik lagi maka potensi pariwisata di Jember bakal meningkat, ditambah lagi dengan adanya program BBJ Reborn ini.

Baca Juga: Konsolidasi Apel Siaga dengan 15 Parpol Pengusung, Cabup Jember Gus Fawait: Antisipasi Kecuarangan Penyelenggara Pemilihan

"Program dari zaman Bupati MZA Djalal ini sangat mampu menarik wisatawan dari luar kota ke Jember, maka ini bisa diintegrasikan dengan JFC sehingga setiap bulannya akan ada kegiatan khusus," imbuhnya.

"Misalnya, pada akhir pekan ada JFC, maka nanti hari setelahnya ada pagelaran budaya dan wisata yang menarik para wisatawan ke Jember," tegasnya.

Gus Fawait juga mengkritik pemerintahan Hendy Siswanto-Gus Firjaun, karena selama menjabat kunjungan wisata di Jember turun, hal ini dikarenakan tidak terkonsep secara matang dalam perencanaannya.

"Kunjungan di Jember zaman pak Hendy ini lebih kecil dibandingan dengan zaman pemerintahan Bupati Faida, karena zaman Bu Faida mencapai 1 juta kunjungan tetapi saat ini di bawah 1 juta pengunjung," tuturnya.

Pihaknya meyakini, jika program BBJ Reborn ini kembali hidup dan diintegrasikan dengan JFC maka kunjungan wisata meningkat, termasuk sebagai pengungkit ekonomi di Jember.

"Kondisi ini terlihat dari proses penganggaran wisata yang kurang maksimal, karena APBD untuk sektor pariwisata tidak jauh lebih besar di zaman Bu Faida," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X