Kamis, 4 Juni 2026

Heboh! Kronologi Seorang Ayah Tega Rantai Leher 2 Sang Anak Hingga Digembok, Aksi Tak Lazim di Majalengka Ini Tuai Kontroversi

Photo Author
Diva Diah Liana Ningrum, Sketsa Nusantara
- Jumat, 15 November 2024 | 18:00 WIB
Aksi menghebohkan di Majalengka. Kronologi seorang ayah ketahuan merantai dua leher sang anak hingga digembok. (Freepik / Mateus Andre)
Aksi menghebohkan di Majalengka. Kronologi seorang ayah ketahuan merantai dua leher sang anak hingga digembok. (Freepik / Mateus Andre)

SketsaNusantara.id- Kronologi seorang ayah di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat membuat geger warga desa.

Pasalnya ia ketahuan merantai dua anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar atau SD.

Tak hanya dirantai, sang ayah juga menggemboknya dengan membelitkan ke leher kedua anaknya.

Baca Juga: Terekam CCTV! Begini Detik-Detik Kronologi Terjadinya Kecelakaan Tol Cipularang, Gara-Gara Truk Rem Blong hingga Puluhan Mobil Bertumpukan

Kakak adik dengan inisial AL (8) dan AD (7) ini berasal dari Desa Jatiwangi, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

Terungkap bahwa pelaku melampiaskan emosi kepada kedua anaknya karena kesal. Lantaran mereka kerap melakukan aksi pencurian.

Kronologi berawal dari dugaan sang ayah terhadap kedua anaknya yang melakukan aksi pencurian.

Baca Juga: Viral! Mobil Pelat Merah Terekam Halangi Laju Damkar di Majalengka, Pj Bupati Dedi Supandi Tindak Tegas: Saya Perintahkan...

Diduga mereka pernah mencuri ponsel milik tetangganya. Bahkan hingga uang sang ayah sebesar 50 ribu.

Karena geram dengan aksi tersebut, apalagi ketahuan mereka mencuri uang milik kedua orang tuanya.

Akhirnya dilakukan aksi melilitkan rantai ke leher kedua anaknya dengan kondisi yang cukup menyita perhatian seperti pada unggahan gambar Instagram @lambeturah pada 15 November 2024.

Baca Juga: Mediasi Berujung Damai, Anak 14 Tahun di Padangsidimpuan Tak Lagi Jadi Tersangka, Netizen: Kenapa Harus Viral Dulu?

Kondisi sang ayah juga diyakini sedang dalam masalah. Sehingga emosi dirinya memuncak kepada kedua anaknya.

Mereka digembok selama satu hari. Sehinga mereka kelaparan dan berjalan ke rumah neneknya.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X