"Mereka membuat keputusan-keputusan PBB, Dewan Keamanan dan Mahkamah Internasional hanya sekedar tinta di atas kertas belaka oleh karenanya KTT ini harus menghasilkan langkah nyata untuk menghentikan genosida di Palestina," tandasnya.
Baca Juga: Solidaritas Indonesia untuk Palestina, Ribuan Jamaah Gelar Sholat Ghaib di Masjid Istiqlal
Menurutnya, KTT OKI harus menghasilkan rekomendasi langkah nyata dan pernyataan tegas sebagai respon dalam menghentikan genosida Palestina dengan memberikan hukuman kolektif pada Israel.
Adapun langkah nyata yang disarankan Indonesia untuk menghentikan Genosida adalah dengan meningkatkan upaya politik dan diplomatik untuk mengakhiri perang di Gaza dan Lebanon serta mencegah upaya eskalasi dari pihak manapun.
Indonesia juga ingin mengerahkan dukungan dari masyarakat Arab dan warga muslim di seluruh dunia untuk turut berpartisipasi mendukung perjuangan rakyat Palestina yang tertindas untuk meraih kemerdekaannya.
Dukungan bisa dilakukan dengan membuka saluran bantuan dan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Palestina.
Tak sampai di situ, Indonesia juga menggalang dukungan global untuk kemerdekaan Palestina dengan memperluas aliansi global.
Semua produk dari Israel dan perusahaan yang terkait atau memberikan dukungan kepada Zionisme secara global juga harus dihentikan dengan melakukan boikot serta menghentikan proyek-proyek Israel yang sedang berjalan di negara-negara anggotanya.
Sebagai gantinya, negara-negara kedua organisasi Arab dan Islam dapat memperbesar volume pertukaran perdagangan terutama mendukung produk-produk yang diproduksi di negara Islam termasuk dari Palestina.
Melalui KTT ini Indonesia juga menekankan kembali semua bentuk perlawanan dari fraksi Palestina dilakukan sebagai hak hukum bagi setiap bangsa yang tertindas untuk membela dirinya bukan sebuah tindakan terorisme.
Indonesia juga mendesak semua lembaga internasional untuk mengisolasi Israel dan mencabut keanggotaannya dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).
"Kami tidak bisa membiarkan kejahatan perang dan genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina tanpa hukuman," ucap Anis Matta.
Di penghujung pidatonya, Anis kemudian mengaitkan hubungan Indonesia dan Palestina yang begitu erat serta memiliki kesamaan sejarah dengan Palestina.
Indonesia yang pernah dijajah 350 tahun pada zaman kolonialisme Belanda akan terus mendukung kemerdekaan Palestina sebagai bentuk ...
"Indonesia, sebagai bangsa yang lahir dari penderitaan juga pernah merasakan pahitnya kolonialisme, penindasan, rasisme dan bahkan genosida, bukan hanya selama beberapa tahun atau dekade tetapi selama berabad-abad," sambung Anis.
Artikel Terkait
Viral Video Pelajar Makan di McD Sambil Ejek Darah Anak Palestina, Begini Konfirmasi SMPN 216 Jakarta
Buntut Video Anak SMP Makan Ayam Sambil Sebut ‘Daging Anak Palestina’, Pihak Sekolah Angkat Bicara, Ada Sanksi?
Remaja SMP yang Viral Makan Ayam Sambil Sebut ‘Daging Anak Palestina’ Akhirnya Buka Suara dan Minta Maaf, Netizen: Close
Ulama Palestina Jadi Pelatih Tentara Majapahit, Pakai Baju Perang Pusaka Milik Sunan Kalijaga
Ikonik dan Lambang Akulturasi Budaya dan Tiga Agama, Batu Pertama Masjid Menara Kudus Berasal dari Palestina