Minggu, 19 Juli 2026

Guru Madrasah di Rambupiji Curhat ke Cabup Jember Gus Fawait, Karena Tak Terima Bantuan Selama Kepemimpinan Bupati Hendy

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Jumat, 1 November 2024 | 16:02 WIB
Gus Fawait menanggapi curhatan guru madrasah dalam momen silaturahmi dan deklarasi kelompok kerja MI (Dok. SketsaNusantara.id)
Gus Fawait menanggapi curhatan guru madrasah dalam momen silaturahmi dan deklarasi kelompok kerja MI (Dok. SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Sekelompok Guru Madrasah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) yang berada di Kecamatan Rambipuji Jember, mengeluh karena kurangnya perhatian pemerintah daerah.

Salah satu hal yang dikeluhkan Guru Madrasah tersebut yakni, terkait kesejahteraan dan sarana pendidikan di MI.

Aspirasi dari masyarakat tersebut disampaikan kepada Calon Bupati Jember Muhammad Fawait, untuk bisa membenahi nasib para Guru MI yang selama ini belum tersentuh.

Baca Juga: Makna Pidato Gus Fawait Soal PKI saat HSN 2024, Penjelasan Akademisi Hukum UNEJ: Ini Bentuk Penegasan Historis

“Kami berharap, kesejahteraan kami para Guru MI ini belum diperhatikan oleh Pemda, karena belum menerima bantuan dan insentif,” ujar Abdul Muti perwakilan Guru MI, saat dikonfirmasi di Desa Curahmalag, Kecamatan Rambipuji, Jumat 1 November 2024.

Pihaknya membandingkan, jika era kepemimpinan Bupati Faida para guru MI mendapatkan insentif melalui alokasi pendanaan, sehingga terbantu.

“Kami ingat saat Bu Faida menjabat ada insentif, meskipun sedikit membantu kesejahteraan dari para guru MI,” imbuhnya.

Baca Juga: Relawan Prabowo Siap Menangkan Gus Fawait-Djoko Susanto, Ini Harapannya di Sektor Pertanian

Abdul Muti menerangkan, jika semasa kepemimpinan Hendy Siswanto insentif guru MI hingga bantuan fisik untuk madrasah ini berhenti.

“Dulu Pak Hendy menjanjikan akan membantu madrasah dengan bantuan fisik tetapi itu meleset semua,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ahmad Sodik, yang juga memberikan pandangannya tentang insentif bagi Guru MI khususnya yang belum tersertifikasi.

Baca Juga: Para PKL Jember Sampaikan Aspirasi, Gus Fawait Berkomitmen untuk Majukan Ekonomi Rakyat Kecil

“Dulu ada sekitar Rp250 ribu per bulan. Itu zamannya Buk Faida. Sekarang sama sekali tidak ada,” jelasnya.

Maka dari itu, pihaknya berharap kepada Gis Fawait bisa memberikan bantuan dan perhatian bagi guru MI.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X