Ia menyebut bahwa festival ini tidak hanya sebagai pameran seni, tetapi juga sebagai medium relaksasi dan tempat menemukan rasa keakraban melalui seni.
Festival ini juga menawarkan kelas menulis esai seni yang dipandu oleh Bambang Asrini, seorang kurator dan kritikus seni terkemuka.
“Acara ini adalah bentuk edukasi seni yang ideal bagi generasi muda. Kami berharap mereka dapat memahami dan menghargai seni lebih dalam lagi,” ujar Bambang.
Festival Art Love U di JDC tak hanya menyajikan karya-karya seni, tetapi juga menyemai benih cinta pada seni di hati para pengunjung.
Dengan berbagai kegiatan yang interaktif dan edukatif, Art Love U menjadi tempat di mana seni dan cinta berpadu dalam harmoni, menyapa setiap pengunjung dengan hangat dan inspiratif.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Catat Tanggalnya! Blitar Ethnic Nasional Carnival 2024 Digelar Kembali, Tampilkan 49 Seni Budaya
Janger Banyuwangi, Akulturasi Seni dan Budaya Jawa, Osing hingga Bali serta Keterkaitan Minak Jinggo dan Damarwulan
7 Hal yang Membuat Wayang Kulit Jadi Puncak Budaya Jawa Adiluhung, Bukan Sekadar Seni Pertunjukan
Usung Konsep Melawan dengan Gembira dan Berjuang Lewat Seni Kolektif, Ini Tuntutan Aliansi Kamar Kanan Jember Sikapi Kemunduran Demokrasi di Indonesia
Beginilah Penampilan Perdana Seo Ye Ji Usai Vakum dari Dunia Seni Peran Sekitar 2 Tahun, Sikapnya Tampak Berbeda?