Kamis, 4 Juni 2026

Jalan Kaki 15 Km, Banser se-Kabupaten Jombang Kirab Bendera Merah Putih Berukuran 300 Meter

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Minggu, 27 Oktober 2024 | 19:29 WIB
Momen kirab bendera merah putih dalam peringatan Hari Santri (SketsaNusantara.id/As’ad Choirudin )
Momen kirab bendera merah putih dalam peringatan Hari Santri (SketsaNusantara.id/As’ad Choirudin )

SketsaNusantara.id

Ratusan Anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dari seluruh PAC di Kabupaten Jombang melakukan aksi jalan kaki, Minggu 27 Oktober 2024.

Dengan mengenakan seragam lengkap, mereka berjalan mulai dari Ponpes Al-Mubarok Kecamatan Sumobito dan finis di halaman makbaroh (kuburan) KH Wahab Chasbullah di kompleks Ponpes Tambakberas Jombang.

Uniknya, selama berjalan kaki sepanjang kurang lebih 15 km tersebut, mereka membawa bendera merah putih dengan ukuran panjang 300 meter dengan cara dibentangkan selama rute perjalanan.

Baca Juga: Percepat Tangani Jalan Rusak, Dinas PUPR Jombang Berinovasi Produksi Aspal Coldmix

Hal itu dilaksanakan sebagai peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dan mengenang resolusi jihad yang didengungkan ulama pendiri Nahdlatul Ulama, terutama KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah, 79 tahun silam.

Sesampai di halaman makbaroh KH Wahab Chasbullah, para anggota Banser langsung mengikuti apel pembaretan alumni Diklatsar Angkatan 23 – 33. Pembaretan tersebut merupakan mekanisme pengkaderan dalam tubuh organisasi Banser.

Sebagai pembina apel adalah Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser) Syafik Syauqi.

Baca Juga: Dari Halaqah Haul 1 Tahun Cak Anam, Pertanyakan Masuknya Wahabi di Struktur Pengurus PCNU Jombang

Dalam arahannya, pria yang akrab disapa Gus Syafik ini mengungkapkan, apa yang dilakukan Banser di Jombang belum ada secuil pun dari yang dilakukan para milisi pada perang revolusi di tahun 1945.

Namun, Gus Syafik merasa bangga atas dedikasi para Anggota Banser Jombang dengan setiap tahun memperingati resolusi jihad yang dikumandangkan KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah serta sejumlah ulama di Jawa Timur pada tanggal 21-22 Oktober 1945.

“Penting kita peringati setiap tahun untuk menjaga api perjuangan resolusi jihad. Setelah dikumandangkan resolusi jihad, kemudian dilakukan rapat akbar yang dipimpin oleh KH Wahab Chasbullah di Surabaya. Beliau memimpin rabat besar yang dihadiri perwakilan ulama di seluruh Jawa dan Madura,” terang Gus Syafik.

Baca Juga: Peringati Hari Santri Nasional, Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Seblak Jombang Gelar Olimpiade Shorof

Menurutnya, pada saat itu adalah proses penting dalam sejarah nasional Indonesia. Sebab, kata dia, telah terjadi perang terberat dalam sejahtera revolusi nasional Indonesia.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X