SketsaNusantara.id - PT. Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex dinyatakan pailit pada 21 Oktober 2024.
Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia ini dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan Niaga Semarang.
Di balik kabar bangkrut tersebut, Sritex memiliki sejarah panjang di bawah tangan dingin HM Lukminto.
PT. Sritex didirikan oleh Haji Muhamad Lukminto atau HM Lukminto pada tahun 1966.
Lahir di Kertosono, Nganjuk Jawa Timur pada 1 Juni 1946, HM Lukminto memiliki nama Tionhoa Le Djie Shin.
Ia mengawali kerajaan bisnisnya di usia yang relatif cukup muda.
Ia mulai berdagang setelah putus sekolah dari SMA Chong Hua Chong Hui.
Ia mengikuti sang kakak berjualan batik dan tekstil di Pasar Klewer, Solo.
Dengan modal Rp100 ribu, HM Lukminto yang saat itu masih berusia 20-an, akhirnya menyewa satu kios di Pasar Klewer dan diberi nama Usaha Daerah (UD) Sri Redjeki.
Baca Juga: Profil Gus Miftah, Pendiri Ponpes Ora Aji, Sleman yang Videonya Viral Hempas Kepala Istri
Siapa sangka, usahanya tersebut berkembang pesat hingga ia bisa membangun pabrik cetak pertamanya pada 1968.
Artikel Terkait
Siapa Pendiri Tupperware? Inilah Earl Silas Tupper Pendiri Perusahaan Merek Wadah Makanan yang Kini Diancam Bangkrut
Inilah Sosok Pendiri UIPM, Let Gen Rantastia Nur Alangan, Tentara Perdamaian Dunia yang Mengaku Keturunan Ningrat
Pendiri UIPM Rantastia Nur Alangan Kembali Dicibir, Bahasa Inggris Belepotan tapi Jadi Tentara Internasional
Profil Gus Miftah, Pendiri Ponpes Ora Aji, Sleman yang Videonya Viral Hempas Kepala Istri
Profil Daniel Limantara, Pendiri Neo Historia yang Diduga Open Donasi Rp5 Ribu Usai Akui Terlibat Masalah Keuangan
Perjalanan Sritex, Pabik Tekstil Terbesar di Indonesia yang Dinyatakan Bangkrut, Produsen Seragam Militer 32 Negara