Ia menilai, sikap melebih-lebihkan tersebut sama saja dengan membuat kebohongan.
“Saya yang cuma segini, terus dilebih-lebihkan, nah itu jangan, itu namanya membuat kebohongan,” tandasnya lagi.
Ma’ruf Amin juga berpendapat bahwa membuat kebohongan-kebohongan seperti itu merupakan perbuatan yang dzalim.
“Tidak ada yang lebih dzalim dari pada sesuatu yang membuat kebohongan-kebohongan,” ujar Ma’ruf Amin.
Netizen pun mengapresiasi sikap Ma’ruf Amin tersebut.
“Contoh harusnya seperti ini, apa adanya saja itu cukup, tidak perlu dipoles-poles,” komentar akun @N**********2.
“Rakyat 100 persen memaafkan, betul banget pak @kiyai_Marufamin, apa adanya saja tidak perlu mengkampanyekan diri di akhir masa jabatan, membuat kebohongan-kebohongan TSM,” tulis akun @si************1.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Kyai Ma'ruf Amin Siap Jadi Penengah Konflik PBNU dan PKB tetapi Tidak Bersedia 1 Hal: Kalau Hanya untuk...
Perjalanan Hidup Jenderal Try Sutrisno Wakil Presiden Indonesia ke-6 yang Viral karena 'Tak Disalami' Jokowi, Pernah Dipaksa Berhenti Sekolah?
4 Hari Menuju Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Baru Indonesia, Fufufafa Masih Jadi Bulan-bulanan Warga X
Viral Baliho Ucapan Terima Kasih Kepemimpinan Jokowi, Netizen Sibuk Soroti Sosok Wakil Presiden yang Tak Dicantumkan Gambarnya, Ada Apa?