Kamis, 4 Juni 2026

Fokus pada Ketahanan Pangan, Ini Komitmen Direktur BRI Keluar dari Middle Income Trap

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 12 Oktober 2024 | 14:23 WIB
BRI dan komitmen ketahanan pangan (Dok. BRI)
BRI dan komitmen ketahanan pangan (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sunarso, menegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai salah satu kunci agar Indonesia dapat keluar dari jebakan pendapatan menengah atau middle income trap.

Dalam acara Katadata Forum bertajuk Indonesia Future Policy Dialogue yang digelar di Jakarta, Rabu (10/9), Sunarso mengungkapkan bahwa untuk mengatasi masalah ini, Indonesia harus mendorong pertumbuhan ekonomi minimal 6% setiap tahunnya.

Menurut Dirut BRI, Sunarso, kajian dari Bappenas memperkirakan bahwa Indonesia dapat mencapai tingkat pendapatan per kapita di atas US$ 4.465 pada tahun 2041, sesuai standar Bank Dunia, jika laju pertumbuhan ekonomi tersebut tercapai.

Baca Juga: Pertumbuhan Pesat Wealth Management BRI, Aset Kelolaan Naik Persen dengan 161 Ribu Nasabah Prioritas

Salah satu faktor kunci dalam mewujudkan target ini adalah investasi pada human capital atau nilai ekonomi dari pengalaman dan keterampilan tenaga kerja.

Sunarso menjelaskan bahwa pembangunan human capital dapat diwujudkan melalui tiga langkah strategis. Pertama, Indonesia harus berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi dan pangan.

“Kita perlu memiliki strategi yang spesifik dan visioner dalam menangani masalah ketahanan pangan,” ujar Sunarso.

Baca Juga: BRI Sabet 3 Penghargaan Bergengsi TOP BUMN Awards 2024, Direktur Utama Sunarso Dinobatkan sebagai Best CEO

Langkah kedua, lanjut Sunarso, adalah memastikan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan akses kerja yang luas bagi semua orang di usia produktif.

Pemerataan kesempatan kerja dinilai sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, di mana partisipasi masyarakat dalam pembangunan ekonomi harus merata.

Selain itu, Sunarso menekankan bahwa ketahanan pangan dan perbaikan gizi merupakan dasar dalam memperkuat human capital.

Baca Juga: BRI Dukung Klaster Usaha Rumput Laut Semaya di Nusa Penida, Kualitas Terjaga sejak 2012

 “Jika kita ingin memperbaiki human capital, perbaiki dulu nutrisi dan pangan. Setelah itu, kita tunggu hasilnya dalam pemerataan dan inklusivitas pertumbuhan,” jelasnya.***

 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X