SketsaNusantara.id - Indonesia mengalami fenomena Hari Tanpa Bayangan yang terjadi pada September-Oktober 2024.
Fenomena ini membuat benda tegak berdiri seakan-akan tidak memiliki bayangan.
Di Indonesia, Hari Tanpa Bayangan terjadi dua kali dalam setahun.
Sebelumnya, Hari Tanpa Bayangan pernah terjadi di tahun 2024, tepatnya pada Februari hingga April.
Hari Tanpa Bayangan disebut juga dengan Kulminasi Utama, yakni fenomena matahari berada dalam posisi tertingginya di langit, saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat.
Lalu apa yang menyebabkan terjadinya Hari Tanpa Bayangan?
Dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), penyebabnya adalah bidang rotasi bumi (ekuator bumi) tidak tepat berimpit dengan bidang revolusi bumi (ekliptika bumi).
Lantas apakah fenomena Hari Tanpa Bayangan berhubungan dengan suhu udara?
Fenomena Hari Tanpa Bayangan memiliki sejumlah dampak.
Selain membuat bayangan benda tegak berdiri seperti ‘menghilang’, Hari Tanpa Bayangan juga membuat matahari memancarkan sinarnya dengan intensitas maksimum.
Artikel Terkait
Hadir Sebagai Saksi Kasus Korupsi Timah Harvey Moeis, Jawaban Sandra Dewi Bikin Suasana Sidang Auto Bersorak
Pengakuan Prabowo soal Menteri Jokowi di Kabinet, Peran Gibran Dipertanyakan
'Silat Lidah' Sandra Dewi Vs Hakim Pengadilan Tipikor, Ngeyel Suaminya Pengusaha Tambang Batu Bara Bukan Timah
3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kredit Macet BNI Jember Sudah Ditetapkan, Fakta Baru Diungkap Kejati Jatim
Tersesat Selama 2 Hari di Gunung Slamet, Gadis Pendaki Gunung Ini Selamat Karena Ikuti Petunjuk Hewan Ini
Aksi Heroik 2 Lansia di Blora Cegah Kereta Api Lewati Rel Rusak Banjir Pujian, Netizen Minta KAI Beri Apresiasi dengan Hadiahkan Ini
Persiapkan dari Sekarang! Inilah Perbedaan Materi Soal CPNS dan PPPK 2024 yang Harus Dipahami