Kamis, 4 Juni 2026

Minta Maaf, Begini Klarifikasi Pemdes Citeureup Usai Viral Video Pembagian Telur pada Ibu Hamil tapi Diambil Lagi Setelah Difoto untuk Dokumentasi

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 8 Oktober 2024 | 08:30 WIB
Ilustrasi Pemberian bantuan telur untuk Ibu hamil dan Balita di Bandung yang menuai kontroversi karena dibalikin lagi. (Pexels/Engin Akyurt)
Ilustrasi Pemberian bantuan telur untuk Ibu hamil dan Balita di Bandung yang menuai kontroversi karena dibalikin lagi. (Pexels/Engin Akyurt)

Sekdes Citeureup mengatakan bahwa ada kesalahpahaman pada warganet yang mengunggah video di media sosial karena kejadian sebenarnya memang ada pembagian telur di wilayahnya.

"Pertama, Saya ingin meminta maaf dan ingin klarifikasi mengenai video bantuan ibu hamil karena ada kesalahpahaman," kata Oom Rukmana sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Instagram @info_jabodetabek yang diunggah pada hari Senin, 7 Oktober 2024.

Oom menjelaskan bahwa pemerintah desa setempat telah memberikan satu paket bantuan gizi yang sudah lengkap termasuk susu, biskuit beserta satu kotak telur.

Namun, Sekdes Citeureup itu menyebut bahwa satu kotak telur telah diberikan pada beberapa minggu sebelumnya.

Lantaran tak sempat didokumentasikan, sehingga mengakibatkan terjadinya kegiatan dalam video viral yang melakukan pemberian telur secara simbolis saat pengambilan bantuan gizi pada beberapa minggu berikutnya.

"Yang kami berikan semua sudah satu paket lengkap, tapi memang telur itu sudah diberikan sejak awal oleh kader," tutur Oom.

Lebih lanjut, Oom mengatakan bahwa bantuan tersebut diberikan untuk ibu hamil dan balita yang diberikan secara bertahap pada bulan Agustus dan Oktober 2024.

Penyaluran bantuan telur sudah diberikan pada bulan Agustus 2024 sehingga pada pembagian kedua ibu-ibu tidak lagi mendapatkan telur tetapi menerima jenis makanan lain berupa susu dan biskuit.

"Saya meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi dalam video yang menimbulka kegaduhan di masyarakat," ucap Oom.

"Penyaluran bantuan itu dipastikan sudah diterima semuanya oleh penerima manfaat termasuk balita dan ibu hamil," pungkasnya.

Video klarifikasi tersebut menuai beragam reaksi dari publik.

Warganet sudah menduga pemdes setempat akan membuat video klarifikasi dan menilai tindakannya terlambat karena video sudah viral.

Selain itu, ada pula warganet yang mengaku mengalami hal yang sama di wilayah yang berbeda dan menyebut banyaknya bantuan yang diberikan tak sesuai.

"Sudah ketebak ini bakalan ada klarifikasi, tapi pak anda sudah telat kasih penjelasan, videonya udah kadung viral, lagian difoto aja apa adanya, atau kalo nggak itu petugasnya sendiri nyamar jadi bumil, jangan pake warga difoto2 kena prank dikasi telur padahal dibalikin lagi," komentar salah satu netizen.

"Pernah ada pembagian susu dan telur juga di tempatku, ibu-ibu diminta foto bawa telur satu pack isi 10, eh pas pulang ternyata cuma dikasi 2 pcs aja sama susu satu kotak," timpal netizen lainnya.***

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X