Pada akhirnya, Rocky Gerung menyampaikan survei tersebut akan menjadikan publik merasa curiga adanya akal-akalan dari pemerintah khususnya Jokowi.
"Secara psikologi orang menganggap bahwa pak Jokowi Cemas dengan elektabilitasnya atau popularitasnya lalu menyogok lembaga survei," ucap Rocky.
"Dan lembaga survei akhirnya menunjukkan bahwa, bahkan diujung kedudukan lemdak presiden, dia masih kuat pengaruhnya," imbuhnya.
Opini Rocky menyampaikan hal tersebut untuk memanipulasi poin kritis para pengamat politik dan oposisi.
"Jadi untuk balancing bahwa Jokowi masih punya grip atau genggaman dalam politik ditunjukkan dengan dukungan publik pada beliau," ujar Rocky Gerung.
Rocky menganggap hal tersebut konyol, karena meskipun survei menunjukkan tinggi tetapi tidak akan berimbas apapun dalam politik seusai Jokowi habis menjabat.
"Andaikan Jokowi 99,99% masih populer itu apa impact-nya pada Politik." ucap sambil tertawa Rocky.
Bahas lain, Rocky merasa hal tersebut adalah upaya Istana untuk menyelamatkan insecurias keluarga Jokowi, tetapi baginya menggunakan cara itu tidak akan membantu banyak.
"Menyelamatkan insecuritas dengan cara kuantitatif itu konyol, karena sifat publik kita tidak lagi percaya bahkan pada persepsi yang dibuat melalui lembaga survei," ucap Rocky Gerung.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Putra Jokowi dan Cabup Jember Gus Fawait Kunjungi Kampung Ledok, Kaesang: Stuntingnya Masih Tinggi
Menolak Lupa Ucapan Selamat Ultah Kaesang untuk Gibran dan Iriana Jokowi 13 Tahun Lalu, Netizen: Fufufafa Kawal Terus
Ekspresi Jokowi Disorot Saat Tak Disambut Tepuk Tangan Saat Pelantikan Anggota DPR RI 2024-2029, Netizen: Terlihat Kecemasan
Kaesang Kaget Diajak Kunjungan ke Kandang Hendy Siswanto, Putra Jokowi: Semoga Dukungan Penuh ke Gus Fawait
Hening Saat Jokowi Dipanggil tapi Tepuk Tangan Kala Prabowo Disebut di Pelantikan Anggota DPR RI 2024-2029, Rocky Gerung: Tragis!