Kamis, 4 Juni 2026

Anies Baswedan Desak Kapolri Usut Dalang di Balik Aksi Pembubaran Paksa Diskusi FTA, Singgung soal Pembungkaman Kebebasan Berbicara

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 30 September 2024 | 06:45 WIB
Potret Anies Baswedan ikut soroti aksi premanisme yang bubarkan diskusi FTA sebagai pembungkaman kebebasan berbicara. (Instagram/aniesbaswedan)
Potret Anies Baswedan ikut soroti aksi premanisme yang bubarkan diskusi FTA sebagai pembungkaman kebebasan berbicara. (Instagram/aniesbaswedan)

 

SketsaNusantara.id - Anies Baswedan ikut menyoroti aksi premanisme yang membubarkan paksa acara diskusi diaspora yang digelar Forum Tanah Air (FTA).

Pada hari Sabtu, 28 September 2024 lalu, acara diskusi bertajuk "Silaturahmi Kebangsaan Diaspora Bersama Tokoh dan Aktivis Nasional" dibubarkan paksa oleh sekelompok orang di Hotel Kemang Jakarta Selatan.

Aksi anarkis yang dilakukan sejumlah orang tidak bertanggung jawab pun terekam dalam sebuah video hingga jadi viral dan ramai jadi sorotan publik di media sosial.

Baca Juga: Polisi Ungkap Identitas dan Peran 5 Orang Terindikasi Pelaku Pembubaran Paksa Diskusi FTA di Kemang: 2 Tersangka

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak sejumlah orang sebelumnya menyampaikan orasi di depan hotel hingga kemudian memaksa masuk dan mengobrak-abrik acara diskusi FTA.

Aksi pembubaran paksa acara diskusi FTA ini pun menuai kecaman dari berbagai pihak termasuk Anies Baswedan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengecam aksi premanisme dan kekerasan yang terjadi 2 kali berturut-turut.

Baca Juga: Terungkap! Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pembubaran Diskusi FTA, Ini Sosoknya

"Kita perlu mengecam aksi premanisme penuh kekerasan yang membubarkan forum diaspora dan aksi damai Global Climate Strike, yang terjadi dalam beberapa hari berurutan," tulis Anies Baswedan sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Twitter @aniesbaswedan yang diunggah pada hari Minggu, 29 September 2024.

Anies Baswedan juga mendesak Kapolri Listryo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas otak atau dalang di balik semua peristiwa pembubaran diskusi sebagai penghormatan terhadap kebebasan berbicara.

Baca Juga: Ending OTK Bubarkan Paksa Diskusi FTA di Kemang, Pelaku Sempat Cium Tangan Polisi, Netizen: Preman Dirangkul, Mahasiswa Dipukul

"Kebebasan berbicara dan berpendapat sebagai salah satu prinsip demokrasi selama ini telah dilindungi oleh konstitusi maka haruslah dihormati," kata Anies.

"Kita dukung penuh pak Kapolri @ListyoSigitP beserta jajarannya agar bisa segera mengusut tuntas semua peristiwa ini. Bukan hanya terhadap para pelaku di lapangan, tetapi juga otak di baliknya," tandasnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X