Kamis, 4 Juni 2026

Viral Gerombolan Preman Bubarkan Paksa Diskusi FTA di Kemang, Rocky Gerung: Aparat Keamanan Sengaja Membiarkan...

Photo Author
Alvin Septia Wijaya, Sketsa Nusantara
- Minggu, 29 September 2024 | 06:54 WIB
Tanggapan Rocky Gerung soal premanisme yang membubarkan forun diskusi diaspora di Hotel Kemang. (X/@MariaAlcaff)
Tanggapan Rocky Gerung soal premanisme yang membubarkan forun diskusi diaspora di Hotel Kemang. (X/@MariaAlcaff)

 

SketsaNusantara.id - Segerombolan orang tak dikenal (OTK) melakukan pembubaran paksa forum diskusi 'Silaturahmi Kebangsaan Diaspora Bersama Tokoh dan Aktivis Nasional’ yang digelar di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu, 28 September 2024.

Kegaduhan tersebut menyebar luas secara cepat di media sosial dan menyita perhatian khalayak ramai.

Dikutip dari video akun X @MariaAlcaff, para preman mengenakan pakaian berwarna hitam lengkap dengan masker yang merangsek masuk ke lokasi acara dan membubarkan paksa kegiatan diskusi.

Baca Juga: Rocky Gerung Mengaku Ikut Mendirikan Forum Tanah Air atau FTA yang Diskusinya Dibubarkan Kelompok Kekerasan di Hotel Grand Kemang

Segerombolan preman itu mengacak-acak seluruh ruangan sambil berteriak-riak untuk bubar.

Pengamat politik Rocky Gerung turut menanggapi hal tersebut dalam Channel YouTube pribadinya Rocky Gerung Official.

Tanggapan pertama Rocky Gerung soal isu yang tengah santer soal premanisme itu adalah para petugas keamanan yang membiarkan para pelaku untuk masuk hingga menyebabkan kerusuhan.

Baca Juga: Kronologi Diskusi FTA yang Mendadak Ricuh Dibubarkan Sekelompok Orang Bermasker, Hilmi Firdausi: Entah Disuruh Siapa

Rocky menyampaikan adanya semacam pembiaran atau dalam istilah 'Act of Omition' dalam kasusu tersebut.

"Terlihat ada semacam Act of Omition jadi Petugas keamanan membiarkan peristiwa tersebut terjadi artinya petugas keamanan tidak menjalankan tugasnya untik mencegah," ungkap Rocky Gerung.

Rocky mengatakan delik dalam peristiwa tersebut terbuka yang bisa diterapkan bahkan kepada petugas keamanan.

Baca Juga: Jaga Privasi Korban, AJI Indonesia Kritik Pelanggaran Etik Media Massa dalam Pemberitaan Kekerasan Seksual di Gorontalo

Menurut Rocky, dugaan hukum yang bisa dijatuhkan kepada petugas keamanan yakni membiarkan para pelaku masuk.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X