SketsaNusantara.id – Pencatutan logo Nahdlatul Ulama (NU) oleh tim sukses calon Bupati Jember, Hendy Siswanto, kembali menuai kecaman keras.
Ketua GP Ansor Kencong, Agus Nuryasin, secara tegas mengutuk tindakan tersebut, yang dianggap telah menciderai marwah NU sebagai organisasi keagamaan.
Pencatutan ini terjadi setelah sebelumnya Hendy Siswanto mendapat teguran resmi dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember terkait penggunaan logo NU pada deklarasi Pilkada Jember di Instagram.
Baca Juga: Beredar Baliho Paslon Hendy Siswanto-Gus Firjaun Disertai Logo NU, Begini Respons PCNU Jember
Namun, pelanggaran serupa kembali terjadi. Kali ini, selain mencatut logo NU, logo tersebut ditempatkan di bawah logo Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai yang mengusung Hendy Siswanto sebagai calon bupati Jember.
Hal ini dianggap oleh GP Ansor Kencong sebagai bentuk pelecehan yang lebih serius terhadap NU dan para ulama.
Agus Nuryasin, dalam pernyataan kepada media, menegaskan bahwa tindakan Hendy Siswanto dan tim suksesnya sudah melewati batas.
“Ini sudah kali kedua yang bersangkutan mencatut logo NU sebagai alat kampanye untuk kepentingan pribadi. Pertama saat deklarasi, dan sekarang terjadi lagi, dengan mengabaikan teguran dari PCNU Jember,” ujar Agus dengan nada tegas.
Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap tindakan yang tidak hanya menggunakan logo NU sebagai alat kampanye, tetapi juga menempatkannya di bawah logo partai politik.
“Sangat memprihatinkan, logo kebesaran Nahdlatul Ulama, yang penuh dengan tirakat para ulama sepuh, kini diletakkan di bawah logo partai politik. Ini sangat miris,” tambahnya.
Baca Juga: Jaga Kualitas Pengawasan, Bawaslu Pamekasan Gelar Cek Kesehatan Jelang Pilkada Serentak 2024
Sebagai Ketua GP Ansor Kencong, Agus Nuryasin meminta agar Hendy Siswanto segera memberikan klarifikasi dan meminta maaf secara publik kepada masyarakat NU Jember.
Ia juga mendesak agar calon bupati tersebut berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di masa depan.
Artikel Terkait
Profil Ahmad Riza Patria, Politisi Partai Gerindra yang Jadi Ketua Tim Sukses Ridwan Kamil - Suswono di Pilkada 2024
Bahas Strategi Menangkan Pramono-Rano di Pilkada 2024, Cak Lontong Pilih Fokus Bahagiakan Masyarakat DKI Jakarta
Profil Suhartina Bohari, Wakil Bupati Maros yang Batal Maju Pilkada 2024 karena Gagal Tes Kesehatan, Karir hingga Partai
Diajak Bahas Peta Kekuatan di Pilkada 2024, Cawagub Jakarta Rano Karno: Ngapain Lu Ngimpi Lagi?
Pilkada 2024, KPU Kabupaten Jombang Butuh 13.594 Anggota KPPS