SketsaNusantara.id - Kasus perundungan yang terjadi di Pondok Pesantren Tahfidz Azzayidy, Sukoharjo masih terus menjadi sorotan.
Abdul Karim (13) tewas setelah dianiaya teman satu pondoknya.
Penganiayaan ini berawal dari pelaku yang juga masih di bawah umur meminta rokok kepada Karim, namun Karim tak memiliki rokok tersebut.
Hingga akhirnya pelaku yang tak mendapatkan apa yang ia inginkan ini memukul dan menendang Karim hingga tak bernyawa.
Kasus serupa ternyata juga pernah terjadi dengan pelaku dan korban yang sama.
Sebelumnya, Karim sudah mengalami penganiayaan oleh pelaku sebanyak dua kali.
"tmTapi pelaku kayak gak dapet hukuman apa apa gini," dilansir SketsaNusantara.id akun X @shaniaabdat
Tak hanya itu saja. Ternyata kasus perundungan sudah kerap terjadi di pondok pesantren ini.
Namun pihak pondok pesantren memilih untuk menutupi kasus perundungan tersebut demi menyelamatkan nama baik pondok pesantren.
"Pondoknya juga lebih problematik!!! kesaksian orang orang udah sering ada kasus kekerasan gini tapi ditutup tutupi! ada yang kasus sampai patah tulang karna bullying tapi beritanya bisa diredam cuma demi nama baik sekolah, anak anak gak bersalah gabisa dapat keadilan," ujarnya.
Terbaru, terbongkar chat dari ibunda mendiang Abdul Karim.
Masih dalam cuitan akun tersebut, ia mengunggah isi pesan yang dikirimkan ibu dari korban.
Artikel Terkait
Hidup Penuh Plot Twist, Pasangan Viral yang Pernah Ditawari Jokowi Jadi Wali Nikah Akhirnya Putus, Alasannya Bikin Ngenes
AJI Jember Serukan Jurnalis Patuhi Kode Etik dalam Pemberitaan Kekerasan Seksual
Tiru Gaya Kaesang dan Erina? Netizen Kocak Parodi Jadi Kenek Privat Jet Rute Citayem-Depok, Gayanya Mirip...
Kocak! Netizen Serbu Akun Instagram IShowSpeed Setelah Bingung Soal Asal Usul Batik, Sindir Malaysia
Kata Pramono Anung saat Disebut 'Mesin Partai', Mengaku Maju di Pilgub Jakarta 2024 Bukan Hasil Lobi