Kamis, 4 Juni 2026

Mahfud MD Sebut Mulyono Diduga Cawe-Cawe untuk Memuluskan Kepentingan Keluarga Jokowi? Mantan Menko Polhukam: Keterlaluan...

Photo Author
Wilda Wijayanti, Sketsa Nusantara
- Kamis, 12 September 2024 | 19:12 WIB
Mahfud MD lancarkan kritik keras pada Presiden Jokowi. (Instagram/mohmahfudmd)
Mahfud MD lancarkan kritik keras pada Presiden Jokowi. (Instagram/mohmahfudmd)

SketsaNusantara.id - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD secara terang-terangan menyebutkan jika kontestasi politik saat ini, sarat akan kepentingan dari Presiden Jokowi.

Usai dirinya mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo, Mahfud MD kerap kali melontarkan kritik pedas pada Jokowi hingga keluarganya, yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

Saat ini dirinya melontarkan kritik keras, karena kondisi politik sudah sangat tidak baik dan menyebabkan ketidakpercayaan kepada Jokowi makin menguat.

Baca Juga: Profil dan Biodata Peter Gontha, Mantan Dubes RI Polandia yang Hebohkan Fans Bola karena Permasalahkan Pemain Keturunan, Bangun Karir dari Bawah?

“Ya memang ini sudah keterlaluan ya, jadi saat Gibran diputus oleh MK boleh mencalon dan putusan pengadilan walaupun salah harus diikuti,” ujarnya saat dikutip SketsaNusantara.id dari YouTube Mahfud MD Official.

Akhirnya, Mahfud MD menerangkan jika keputusan dari MK soal meloloskan Gibran tersebut dianulir oleh MKMK.

“Kan jelas MKMK memutuskan bahwa keputusan yang diambil Anwar Usman ini sudah melanggar etik berat dan akhirnya disanksi pemberhentian,” imbuhnya.

Baca Juga: Profil Lengkap Kiromal Katibin Atlet Panjat Tebih Peraih Medali Emas di PON Aceh-Sumut 2024, Pernah Pecahkan Rekor Dunia!

Selanjutnya, Mahfud MD menerangkan kemarahannya kian naik setelah putusan MK untuk memenangkan Prabowo-Gibran.

“Oke setelah menang Pilpres kemarin, saya di mana-mana menerima keputusan itu. Nah, sekarang sebagai warga negara saya tidak bisa tinggal diam kepada Mulyono (Jokowi;red) ya saya harus keras juga,” ungkapnya.

Mahfud MD menyampaikan, bahwa Jokowi secara politik bermain sangat parah, salah satunya menggerakkan Mahkamah Agung (MA).

Baca Juga: Mantan Dubes RI, Peter Gontha Malu Soal Timnas hingga Nilai Kondisi Sepak Bola Indonesia Palsu, Kenapa?

“Ternyata rupanya pak Mulyono ini, secara politik bermainnya makin parah dengan main melalui MA. Ini diyakini secara politis desainnya seperti itu,” terangnya.

Dinamika yang terjadi menurutnya, MA memutuskan sesuatu yang secara undang-undang hanya boleh diputuskan oleh MK.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X