Kamis, 4 Juni 2026

Ingin Belajar Banyak dari Jusuf Kalla Selama Menjadi Wakil Presiden RI, Pramono Anung: Beliau dalam Mengambil Keputusan...

Photo Author
Alvin Septia Wijaya, Sketsa Nusantara
- Selasa, 10 September 2024 | 09:30 WIB
Pramono Anung katakan alasan lain ketika menadatangani Jusuf Kalla. (Instagram/@si_rano)
Pramono Anung katakan alasan lain ketika menadatangani Jusuf Kalla. (Instagram/@si_rano)

 

SketsaNusantara.id - Bakal Calon Gubernur Jakarta, Pramono Anung Bersama dengan Rano Karno mendatangi Wakil Presiden Indonesia ke-10 & 12, Jusuf Kalla dengan agenda membahas Pilkada 2024.

Pertemuan Pramono Anung dan Rano Karno dengan Wakil Presiden RI tersebut dilaksanakan di Kediaman Jusuf Kalla, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan pada Senin, 9 September 2024.

Terkait kedatangan paslon pilgub Jakarta ke kediaman Jusuf Kalla ternyata bukan pertama kalinya terjadi.

Baca Juga: Disambangi Pasangan Cagub dan Cawagub Pramono-Rano Bahas Pilkada Jakarta 2024, Jusuf Kalla: Beliau Orang Baik

Sebelumnya Ridwan Kamil telah menyambangi Jusuf Kalla pada 5 September 2024.

Tujuan kunjungan Ridwan Kamil ingin bertukar gagasan sehubungan dengan penanganan masalah kawasan kumuh di Jakarta.

Selanjutnya, Pramono Anung-Rano Karno memiliki tujuan yang hampir serupa dengan Ridwan Kamil ketika mendatangi Jusuf Kalla.

Baca Juga: Profil Maudy Koesnaedi yang Mundur Jadi Timses Pasangan Pramono-Rano di Pilkada Jakarta 2024

Pramono ingin berkonsultasi mengenai langkah mengatasi terkait masalah-masalah yang terjadi di Jakarta.

Calon Gubernur di Pilkada 2024 usungan PDI-P tersebut mengungkapkan kepada Jusuf Kalla adanya sejumlah masalah yang cukup serius terjadi di Jakarta.

"Ada sejumlah hal yang disampaikan. Masalah pokok Jakarta, seperti kemacetan, kebanjiran, dan daerah kumuh," ucap Jusuf Kalla kepada awak media seusai pertemuan.

Baca Juga: Blusukan Bareng Tina Toon, Pramono Anung Dengarkan Aspirasi Warga Pegangsaan Dua Kelapa Gading: Prioritas Utama Saya...

Pertemuan Pramono Anung, Rano Karno dan Jusuf Kalla dilaksanakan secara tertutup dan terpantau membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit bagi ketiganya membahas permasalahan Jakarta.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X