Namun, beberapa tahun belakangan, emas mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai Rp 700.000 per gram, atau meningkat sekitar 35%.
Ini membuktikan bahwa emas tetap menjadi aset yang diminati, terutama saat kondisi ekonomi tidak menentu.
Faktor-Faktor Utama yang Menggoyang Harga Emas
1. Ketidakpastian Global
Situasi global seperti krisis politik, ekonomi, atau bahkan perang, selalu menjadi pendorong kenaikan harga emas.
Contohnya, dalam krisis politik tahun 1998 di Indonesia, emas dianggap sebagai penyelamat bagi mereka yang mencari perlindungan finansial.
Begitu juga dengan perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang baru-baru ini memicu kenaikan harga emas.
Ketika investor global merasa tidak aman, mereka beralih ke emas sebagai aset yang lebih stabil.
Namun, ketika situasi mulai membaik, minat terhadap emas bisa merosot, menyebabkan harga turun kembali.
2. Hukum Permintaan dan Penawaran
Sama seperti komoditas lainnya, harga emas juga dipengaruhi oleh hukum dasar ekonomi, yakni permintaan dan penawaran.
Jika permintaan terhadap emas lebih besar dari pasokannya, harga logam mulia ini pasti akan melonjak.
Artikel Terkait
Peraih Emas Pertama dalam Olimpiade Paris 2024, Inilah Profil 'Manusia Cicak' Veddriq Leonardo Atlet Panjat Tebing Kebanggaan Indonesia
Seperti Mengulang Prestasi Susi Susanti dan Alan Budikusuma, Medali Emas Kedua Diraih Rizki Juniansyah, Berikut Profil dan Jejak Karirnya
Veddriq Leonardo Diwanti-wanti Netizen Kena Bea Cukai Usai Bawa Pulang Medali Emas dari Olimpiade Paris 2024, Begini Respons Kemenkeu
Kado Kemerdekaan! Presiden Joko Widodo Apresiasi Perolehan Medali Emas Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah
Indonesia Ukir Sejarah! Fakta Menarik Olimpiade 2024, Peraih Medali Emas Pertama di Luar Bulutangkis hingga Penantian 32 Tahun yang Berakhir