Kamis, 4 Juni 2026

Mengenal Tradisi Udik-udikan di Pekalongan yang Viral Karena Kericuhannya, Dianggap Sebagai Cara Sedekah dan Wujud Syukur Keberhasilan

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 7 September 2024 | 18:45 WIB
Ilustrasi bagi-bagi uang di tradisi Udik-udikan  (Pixabay.com/ housemind78)
Ilustrasi bagi-bagi uang di tradisi Udik-udikan (Pixabay.com/ housemind78)

SketsaNusantara.id - Baru-baru ini heboh di media sosial seorang bos batik di Pekalongan sebar uang hingga Rp 35 juta kepada masyarakat karena ikuti tradisi Udik-udikan.

Tentu saja aksi sebar uang ini menarik perhatian banyak warga, namun juga menyebabkan situasi yang berbahaya.

Dalam keramaian berebutan uang tersebut, sejumlah warga dilaporkan pingsan akibat desak-desakan saat berebut uang yang dibagikan.

Baca Juga: Dilantik jadi Anggota DPRD Termuda yang Disorot karena Track Recordnya saar Kuliah, Segini Harta Kekayaan Muh Rizqi Iskandar Muda

Kejadian ini memicu respons cepat dari pihak kepolisian yang turun tangan untuk menghentikan acara dan mengatur situasi agar tidak semakin memburuk  

Menurut laporan, saat uang tersebut dibagikan, banyak orang berusaha untuk mendapatkan bagian dari uang yang disebar, yang menyebabkan kerumunan yang sangat padat. 

Beberapa orang hingga pingsan akibat tekanan dari kerumunan yang tak bisa dikendalikan seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kaun Instagram @lambe_turah.

Baca Juga: Pernah Dikritik Bima 'Provinsi Dajjal' Arinal Djunaedi Melenggang Kembali Calonkan Diri pada Pilgub Gubernur Lampung Diusung PDIP

Rupanya aksi bos batik yang belakangan diketahui bernama Ramadhan (37 th) tersebut sebagai bentuk syukuran anaknya yang ke 3.

Dalam tradisi Pekalongan, tradisi itu disebut sebagai tradisi udik-udikan yang digelar di kelurahan Jenggot, kota Pekalongan namun berakhir ricuh hingga dihentikan polisi.

Ramadhan mengaku tidak bermaksud untuk menciptakan keributan dan merasa sangat menyesal atas insiden yang terjadi. 

Baca Juga: Momen Ulang Tahun Presiden RI Keempat, Intip Komentar Elok Gus Dur untuk Munir, 2 Sosok Berlian Pejuang Kemanusiaan

Ia mengaku tengah menjalankan tradisi udik-udikan tersebut atau sebar uang karena ingin merayakan 40 hari anaknya serta keberhasilannya untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar.

Namun rupanya, tradisi itu mengakibatkan sejumlah insiden beberapa orang hingga pingsan pada  acara itu harus dihentikan oleh kepolisian.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @lambe_turah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X