"Kalau saya naik gunung saya tahu bahaya, dimana tubuh kita memiliki insting bahwa di depan ada bahaya, kalau kita terbiasa dengan alam kita akan tahu tanda-tanda alam," ujarnya.
Menanggapi bahwa perdebatan yang terjadi antara dirinya dengan Silfester Matutina di stasiun televisi itu dianggap banyak pihak seperti panggung tinju bebas sebagai sebuah kenihilan sopan santun.
Rocky menilai bahwa satu-satunya ketidaksopanan pada debat itu adalah menyentuh tubuh lawan debat dan itulah yang dianggap ketidaksopanan yang bisa saja itu menjadi bahan untuk menuntut karena bisa dijabarkan sebagai bentuk kriminal.
Menurutnya bahwa dalam sebuah perdebatan ada etika boleh mencaci maki sesukanya, dengan satire, retorika, demagogi dan argumen namun harus selalu mengunakan pikiran bukan kepala tinju atau kekerasan fisik.
Diakui Rocky Gerung dari perdebatan itu maka ia jadi paham bahwa menahan emosi dan meruncingkan pikiran itu lebih penting daripada mengumbar amarah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Kejar Sampai Lubang Tikus! Silfester Matutina Beri Peringatan Rocky Gerung Usai Ribut di TV: Sebagai Orang Timur...
Terlibat Debat Panas dengan Rocky Gerung, Waketum TKN Prabowo-Gibran, Silfester Matutina Ternyata Mantan Narapidana?
Gestur Silfester Matutina Saat Klarifikasi Soal Rocky Gerung Disorot Netizen: Ngomongnya Sambil Baca Bukunya Tolstoy
Moment Rocky Gerung Sebut Gibran Korupsi, Keceplosan Ungkap Bobrok Putra Sulung Jokowi?
Pesan Said Didu untuk yang Mau Debat dengan Rocky Gerung Usai Heboh Soal Silfester Matutina: Bawa dan Isi Otak...