Kamis, 4 Juni 2026

Kisah Mariyati Daeng Ngintang, AgenBRILink dari Pulau Lae-lae Makassar yang Jadi Pahlawan Inklusi Keuangan 

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 6 September 2024 | 10:30 WIB
Potret Mariyati, warga Pulau Lae-lae yang jadi AgenBRILink (SketsaNusantara.id)
Potret Mariyati, warga Pulau Lae-lae yang jadi AgenBRILink (SketsaNusantara.id)

Hal ini dikarenakan ketakutan masyarakat dan pemahaman soal bertransaksi yang hanya bisa dilakukan di Bank atau Mesin ATM.

Baca Juga: Moment Rocky Gerung Sebut Gibran Korupsi, Keceplosan Ungkap Bobrok Putra Sulung Jokowi?

“Pada awalnya masih tidak ada yang bertransaksi disebabkan masyarakat masih merasa takut bertransaksi. Pemahaman masyarakat itu hanya bisa dilakukan di Bank ataupun di mesin ATM”, ujarnya lagi.

Semangatnya melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat akhirnya membuahkan hasil.

Masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan ini mulai percaya untuk bertransaksi di tepatnya.

Baca Juga: Banyak Provinsi yang akan Berakhir Masa Bonus Demografi

Selain memberikan layanan umum seperti transfer ke sesama BRI, transfer ke bank lain, setor/tarik tunai dan pembayaran pinjaman hingga BPJS, Maryati juga memberikan layanan transkasi keuangan lainnua.

Ia dipercaya menjadi penyalur produk pinjaman Ultra Mikro (UMi) KECE (Kredit Cepat).

"Saya diberikannya kepercayaan menjadi penyalur KECE di Kepulauan Lae-lae," ujarnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Hadiri Dialog Lintas Iman Paus Fransiskus, Kutip 2 Pesan Bermakna untuk Indonesia, Netizen: Saling Jaga Kerukunan...

Menurutnya, produk KECE ini cukup membantu masyarakat sekitar dalam pendanaan usaha.

Misalnya saja, dulu nelayan yang tidak memiliki perahu, dengan KECE akhirnya ia bisa membeli perahu.

Ia juga mengungkapkan, sejauh ini rata-rata pinjaman Rp1-Rp10 juta dan tidak ada nasabah yang menunggak.

Baca Juga: 6 Momen Misa Akbar di GBK, Paus Fransiskus Bicara Bahasa Indonesia hingga Pastor India yang Disebut Mirip Yesus 

“Rata-rata pinjaman dari Rp 1juta hingga Rp 10juta. Ini sangat berdampak positif bagi para nelayan, misalnya dulu mereka tidak mempunyai perahu tapi dengan adanya KECE, nelayan mampu membeli perahu untuk menangkap ikan. Nasabah jiuga tidak ada yang menunggak, sejauh ini lancar pembayarannya,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X