Kamis, 4 Juni 2026

Tulisan Terakhir Faisal Basri di Blog Pribadinya, Puisi Tentang Indonesia dan Politik Dinasti

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 5 September 2024 | 10:47 WIB
Tulisan terakhir Faisal Basri sebelum meningggal (X/@kenduricinta)
Tulisan terakhir Faisal Basri sebelum meningggal (X/@kenduricinta)

Puisi yang ditulis Faisal Basri di Jakarta ini mengisahkan tentang Indonesia dan orang-orang yang mengeruk kekayaan tanah air untuk dirinya sendiri.

Faisal Basri menulis puisi tentang keadaan Indonesia saat ini.

Baca Juga: Innalillahi, Faisal Basri Meninggal Dunia, Sakit Apa? Susi Pudjiastuti: Salah Satu Putra Bangsa Terbaik

Pria kelahiran Bandung ini bahkan menuliskan ‘Dinasti Politik’ dalam puisinya tersebut.

Dan berikut ini puisi atau tulisan terakhir Faisal Bahri yang dikutip SketsaNusantara.id dari blog pribadinya.

Indonesia adalah Rumah Kita
Tempat  bermukim buat semua
Tak membedakan suku, warna kulit, agama, dan asal muasal
Untuk merajut asa wujudkan Indonesia yang berkeadilan dan sejahtera

Baca Juga: Mengenal Maung Pindad, Mobil Paus Fransiskus untuk Keliling GBK Jelang Misa Akbar, Kendaraan Taktis Seharga... 

Kita berbagi cerita dan cara
Bukan memonopoli mau sendiri dan mimpi kosong
Bukan dengan memaksakan kehendak dengan bedil
Bukan dengan menindas kelompok yang tidak disuka.
Bukan dengan membungkam barisan seberang

Anasir-anasir negara dan korporasi berkelindan
Mewujudkan mimpi mereka sendiri
Merampas tanah rakyat
Membungkam suara Nurani
Mengeruk kekayaan negeri untuk membangun kerajaan lewat politik dinasti
Mereka membentuk kawanan rayap dan kecoak bertaring tajam
Mengusik rumah kita, Rumah Indonesia

Mereka kian menggerogoti segala penjuru rumah kita
Menyerang fondasi
Mengacak-acak pilar-pilar bangunan
Membombardir atap
Tak pelak, Rumah Indonesia mulai oleng

Baca Juga: Kejar Sampai Lubang Tikus! Silfester Matutina Beri Peringatan Rocky Gerung Usai Ribut di TV: Sebagai Orang Timur...

 

Dentuman drum
Lengkingan gitar
Alunan dan pekik penyanyi
Entakan kaki-kaki penonton
Membuat kawanan rayap dan kecoak
Pekak dan tuli
Pandangan matanya merabun
Sekujur tubuhnya kuyu
Dengan lemah lunglai, mereka mengambil Langkah seribu terbirit-birit
Meninggalkan arena

Kini saatnya 
Kita kembali menata Rumah Indonesia
Memperkuat fondasi
Mereparasi pilar-pilar
Dan menambal kebocoran
Untuk mewujudkan Indonesia baru
Mewariskan kejayaan bagi generasi mendatang

Saatnya
Kejujuran
Yang memimpin
Bangsa ini

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: faisalbasri.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X