Kamis, 2 Juli 2026

Apa itu Rebo Wekasan? Ini Tradisi Unik di Gresik Peringati Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

Photo Author
Rizqillah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 3 September 2024 | 19:30 WIB
Tradisi Rebo Wekasan di Gresik (desasuci.gresikkab.go.id)
Tradisi Rebo Wekasan di Gresik (desasuci.gresikkab.go.id)

SketsaNusantara.id - Rebo Wekasan atau Rabu Wekasan merupakan tradisi yang dilakukan setiap hari Rabu di akhir bulan Safar dalam kalender Hijriyah.

Mengacu pada kalender Hijriah di Indonesia, bulan Safar jatuh pada 6 Agustus sampai 4 September 2024.

Artinya, hari rabu terakhir di bulan Safar atau disebut Rebo Wekasan diperingati pada Rabu, 4 September 2024.

Baca Juga: Profil Fauzi Bowo, Eks Gubernur DKI Jakarta yang Ditemui Pramono Anung dan Rano Karno di Museum MH Thamrin

Makna Rebop Wekasan

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman desasuci.gresikkab.go.id, Rebo Wekasan memiliki arti tersendiri.

Rebo berarti nama hari dalam bahasa Jawa. Sedangkan Wekasan punya makna pungkasan atau akhir.

Jadi, Rebo Wekasan secara bahasa berarti hari Rabu Terakhir.

Sebagai sebuah tradisi, perayaan Rebo Wekasan dipercaya sebagai tolak bala. Di hari itu, bala dan bencana akan datang.

Baca Juga: Dari Kereta Cepat hingga Teknologi Hijau, Indonesia Pamer Inovasi Kereta Api di ARCEOs’ Conference 2024

Sebagai bentuk pencegahan, di sejumlah daerah di Indonesia, dilakukan tradisi Rebo Wekasan sebagai bentuk doa untuk penolak bala atau bencana.

Tradisi Rebo Wekasan di Gresik

Di desa Suci, Gresik, Jawa Timur. Tradisi Rebo Wekasan digelar konon lewat instruksi langsung dari Kanjeng Sunan Giri (walisongo) melalui muridnya Syekh Jamaludin Malik.

Peringatan Rebo Wekasan diselenggarakan dengan mengarak tumpeng raksasa dari balai desa Suci menuju Masjid Mambaut Thoat yang berjarak 1km.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: desasuci.gresikkab.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X