Kamis, 4 Juni 2026

Minta Maaf! Ini Klarifikasi RS Medistra Usai Viral Dugaan Larangan Berhijab Saat Proses Rekrutmen Nakes, Ada Miskomunikasi?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 2 September 2024 | 15:24 WIB
Potret lingkungan kerja di RS Medistra yang belakangan ini dianggap rasis usai adanya pelarangan memakai hijab bagi nakes muslim  (Instagram/medistra.hospital)
Potret lingkungan kerja di RS Medistra yang belakangan ini dianggap rasis usai adanya pelarangan memakai hijab bagi nakes muslim (Instagram/medistra.hospital)

SketsaNusantara.id - RS Medistra akhirnya buka suara usai beredar isu larangan berhijab saat rekrutmen dokter dan tenaga kesehatan (Nakes).

Isu tersebut mencuat usai beredar surat protes yang dilayangkan dr. Diani Kartini terkait adanya syarat kesediaan melepas hijab bila diterima bekerja di RS Medistra.

Dokter spesialis bedah Onkologi itu menyayangkan keputusan Rumah Sakit (RS) Medistra yang dianggap rasis dan diskriminasi dengan menyebut adanya standar ganda sehingga nakes muslim tidak mendapatkan kesempatan yang sama karena memakai hijab.

Baca Juga: Siapa Toni Tamsil? Terdakwa Kasus Korupsi Timah yang Rugikan Negara Rp 300 Triliun, Cuma Divonis 3 Tahun

"Para Direksi yang terhormat, beberapa waktu lalu kerabat saya mendaftar sebagai dokter umum dan kebetulan memakai hijab," tulis dr. Diani Kartini sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari akun Twitter @Lonelynx_.

"Sangat disayangkan pada sesi wawancara di zaman sekarang ini masih ada persyaratan RASIS yang menanyakan soal ketersediaan melepas hijab terkait dengan performance RS Medistra yang merupakan rumah sakit Internasional," imbuhnya.

"RS di Jakarta Selatan lainnya yang memperbolehkan semua nakes muslim untuk menggunakan hijab. Apakah ada standar ganda cara berpakaian untuk dokter dan perawat serta pegawai lainnya di RS Medistra? Terima kasih atas perhatiannya," pungkas Diani Kartini.

Baca Juga: Prabowo Subianto Singgung Angka 11 di Apel Kader Partai Gerindra, Belum Move On dari Debat Pilpres 2024?

Dugaan pelarangan memakai hijab ini pun menuai reaksi dari netizen usai surat protes dr. Diani Kartini beredar luas di media sosial.

Bahkan MUI dan DPRD DKI Jakarta mengecam keras pelarangan memakai hijab yang dianggap melanggar UUD 1945 mengenai kebebasan beragama.

Terkait hal ini, Dr. Agung Budisatria selaku Direktur RS Medistra merespon terkait pelarangan penggunaan hijab yang dianggap rasis.

Baca Juga: Sidang Harvey Moeis Berlanjut! Kejagung Beberkan Tanggapan Soal Nasib Sandra Dewi yang Kena Imbas Dugaan Korupsi Timah

Melalui laman resminya, Direktur RS Medistra mengeluarkan pernyataan resmi dan menyampaikan permintaan maaf atas isu yang beredar di masyarakat.

Pihak RS Medista merupakan rumah sakit yang terbuka bagi siapapun yang ingin bekerjasama menghadirkan layanan kesehatan terbaik untuk masyarakat.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Twitter @Lonelynx_

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X