SketsaNusantara.id — Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu tahap penting dalam proses Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto Tahun 2024.
Selama dua hari, mulai 31 Agustus hingga 1 September 2024, Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) yang berlaga di Pilkada Mojokerto menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Dr. Soetomo, Surabaya.
Pemeriksaan ini merupakan bagian dari syarat pencalonan yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) berdasarkan Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2024.
Baca Juga: 48 Daerah Melawan Kotak Kosong Karena Miliki Calon Tunggal, KPU Lakukan Perpanjangan Pendaftaran
Pada hari pertama, Bapaslon Ika Puspitasari dan Rachman Sidharta Arisandi menjalani serangkaian tes kesehatan jasmani.
Pemeriksaan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi fisik umum hingga pemeriksaan kesehatan mendetail untuk memastikan kesiapan mereka menghadapi tugas sebagai pemimpin daerah.
Di sisi lain, Bapaslon Junaedi Malik dan Khusnun Amin menjalani pemeriksaan kesehatan rohani yang melibatkan evaluasi psikologis dan penilaian mental, memastikan bahwa mereka memiliki ketahanan emosional yang diperlukan untuk posisi kepemimpinan.
Baca Juga: 5 Wilayah di Jawa Timur Ini Punya Paslon Tunggal di Pilkada 2024, KPU Jatim: Kita Serahkan ke...
Ulil Abshor, Komisioner Divisi Teknis KPU Kota Mojokerto, menjelaskan pentingnya proses pemeriksaan ini dalam menjamin kualitas calon pemimpin daerah.
"Pemeriksaan kesehatan ini bukan hanya formalitas. Ini adalah upaya kami untuk memastikan bahwa calon-calon ini mampu secara fisik dan mental untuk menjalankan amanah sebagai walikota dan wakil walikota," ujar Ulil, dilansir SketsaNusantara.id dari laman kota-mojokerto.kpu.go.id.
Tahapan pemeriksaan kesehatan ini akan dilanjutkan dengan hasil yang nantinya diumumkan sebagai bagian dari proses verifikasi dokumen pendaftaran calon.
Hasil ini juga akan menjadi dasar untuk menentukan apakah calon memenuhi semua persyaratan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya dalam proses pemilihan.
Sebagai informasi tambahan, hasil pemeriksaan kesehatan ini menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kelayakan calon, mengingat pentingnya pemimpin yang sehat secara fisik dan mental untuk mengelola pemerintahan daerah dengan baik.
Artikel Terkait
Usung Tema Semua Karena Cinta, Gus Fawait-Djoko Susanto Daftar ke KPU Jember
Duet Keren Pramono Anung dan Rano Karno! Begini Tanggapannya Usai Daftar ke KPU untuk Cagub dan Cawagub DKI Jakarta
Pendaftar Pertama, KPU Jember Terima Berkas Pendaftaran Gus Fawait-Djoko Susanto di Pilkada 2024
Pakai Motor Listrik, KPU Jatim Terima Khofifah-Emil Daftar Pilgub 2024: Sudah Lengkap...
Usai Daftar di KPU, Hendy Siswanto Sebut Demokrasi Jember Ada Lagi karena Tak Jadi Lawan Kotak Kosong