Program ini berhasil mengubah paradigma masyarakat tentang sampah menjadi aset bernilai ekonomis dengan meningkatnya jumlah nasabah bank sampah menjadi 260 anggota.
Lebih lanjut, seluruh proses pengelolaan sampah berhasil mereduksi emisi CO2 sebanyak 59 ton dan CH4 sebanyak 23 ton.
Direktur Kepatuhan BRI A. Solichin Lutfiyanto mengungkapkan bahwa inisiatif Zero Waste to Landfill merupakan langkah awal dalam menjawab tantangan global terkait krisis sampah yang semakin mendesak.
"Kami menyadari bahwa pengelolaan sampah yang baik adalah tanggung jawab kita bersama. Sebagai perusahaan BUMN, BRI berkomitmen untuk menjadi contoh dalam menerapkan prinsip-prinsip ekonomi sirkular," ungkap Solichin.
Selain itu, masih dijelaskan Solichin, melalui program pengelolaan sampah terpadu ini, pihaknya berharap dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung target pemerintah untuk mencapai Indonesia Net Zero Emission 2050.
"Keberhasilan awal program BRI Peduli Yok Kita GAS menjadi motivasi bagi BRI untuk terus mengembangkan dan memperluas program ini. Dengan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta menciptakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Gelar BRILiaN Independence Week, BRI Meriahkan HUT ke-79 RI dengan Hadirkan Bazaar UMKM hingga Green Campaign
Aksi Nyata Menuju Zero Emission 2050, BRI Luncurkan Program Zero Waste to Landfill
Gampang Banget, Begini Cara Mudah Membuat QRIS BRI Lewat Aplikasi BRImerchant
Konsistensi BRI Berdayakan UMKM, Usaha Klaster Jeruk di Sungai Penuh Jambi Ini Kian Berkembang
Warisan Jajanan Nusantara, Klaster Kampung Klepon di Sidoarjo Ini Makin Berkembang Berkat Program Klasterku Hidupku BRI