Senin, 20 Juli 2026

Komitmen Dorong Praktik Ekonomi Sirkular, BRI Peduli Wujudkan Indonesia Bebas Sampah Lewat Program 'Yok Kita Gas'

Photo Author
Wilda Wijayanti, Sketsa Nusantara
- Senin, 26 Agustus 2024 | 11:36 WIB
Program BRI Peduli "Yok Kita Gas" wujudkan Indonesia bebas sampah.    (Dok/BRI. )
Program BRI Peduli "Yok Kita Gas" wujudkan Indonesia bebas sampah. (Dok/BRI. )

 

SketsaNusantara.id - Sebagai bagian dari besaran program Zero Waste to Landfill, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengajak masyarakat berperan aktif untuk mengurangi volume sampah melalui Gerakan BRI Peduli Yok Kita GAS (Gerakan Anti Sampah).

Gerakan ini merupakan komitmen BRI untuk mendorong praktik ekonomi sirkular di Indonesia.

Bentuk implementasi yang dilakukan adalah dengan membangun bank sampah atau TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu).

Baca Juga: Viral, Siswi SMA di Baubau Sulawesi Tenggara Bikin Konten Tak Senonoh, Ucapkan Kata-Kata Tidak Pantas dalam Kelas, Bikin Netizen Miris

Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan berbagai pihak terkait, BRI berupaya memperluas jaringan bank sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Ditempatkan di wilayah sekitar wilayah operasional BRI, tujuannya untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri.

Sejak digulirkan pada tahun 2021, program BRI Peduli ‘Yok Kita Gas’ telah dilaksanakan di puluhan lokasi di Indonesia yang terdiri dari pasar tradisional dan lingkungan masyarakat secara umum.

Baca Juga: Seberapa Cepat Jet Gulfstream G650ER? Spesifikasi Pesawat yang Diduga Dinaiki Kaesang-Erina ke Amerika

Program ini membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pemilahan sampah, pelatihan tata kelola dan penguatan kelembagaan, pelatihan literasi keuangan, dan pelatihan manajemen bisnis bank sampah.

BRI juga telah mengadopsi pendekatan yang inovatif dalam pengelolaan sampah dengan menyediakan fasilitas modern seperti mesin pencacah sampah organik dan bak maggot komunal.

Melalui inovasi ini, masyarakat dapat mengolah sampah organik menjadi produk yang bernilai seperti pupuk kompos atau pakan ternak.

Baca Juga: Diduga Dipakai Kaesang-Erina, Jet Gulfstream Buatan Mana? Ini Lokasi Pabrik Gulfstream Aerospace yang Punya 14 Kantor

Hasilnya, di tahun 2023 dengan program Yok Kita GAS di pasar tradisional telah terkumpul 6 ton sampah organik dan 8 ton sampah anorganik dengan jumlah maggot terjual sebanyak 72 kg.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X