Minggu, 19 Juli 2026

Netizen Ingatkan Pesan Cak Nun di Tengah Aksi Tolak Revisi UU Pilkada Ramai hingga Kepentingan Politik Dinasti Jokowi

Photo Author
Anisa Maharani, Sketsa Nusantara
- Jumat, 23 Agustus 2024 | 16:53 WIB
Potret aksi tolak Revisi UU Pilkada dan ramainya pesan Cak Nun. (Kolase foto X.com/@MuhammadiyinGL dan YLBHI.)
Potret aksi tolak Revisi UU Pilkada dan ramainya pesan Cak Nun. (Kolase foto X.com/@MuhammadiyinGL dan YLBHI.)

Trending di media sosial soal postingan peringatan darurat hingga kawal putusan MK.

Baca Juga: Asal Usul Garuda Biru Peringatan Darurat, Bikinan Siapa? Jadi Simbol Kawal Putusan MK hingga Demo RUU Pilkada

Salah seorang netizen di media sosial X ingatkan bagaimana pesan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun di masa lalu.

"Ada yang masih ingat pesan Cak Nun?" seperti dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun X @MuhammadiyinGL pada 21 Agustus 2024.

Akun tersebut memposting gambar Cak Nun yang bertuliskan 'Piye? Bener omonaganku, to? Kandhyani ogg."

Baca Juga: Iwan Fals Turut Prihatin atas Perusakan Fasilitas Umum yang Dilakukan Demonstran saat Demo Tolak RUU Pilkada, Ananda Badudu Berikan Komentar Menohok

Tulisan tersebut merujuk pada bagaimana masa depan pemerintah Indonesia di era Jokowi.

Di tengah ramainya politik dinasti, tulisan Cak Nun sebagai seorang budayawan dan penulis ini kembali dimunculkan.

Salah satu ucapan Cak Nun yang ramai dan dianggap 'relate' dan terjadi di masa ini adalah soal pemimpin bangsa yang menginjak-injak harga diri rakyat.

Baca Juga: Solidaritas Masyarakat Dukung Aksi Demo Kawal Putusan MK, Pedagang dan Ibu-Ibu Bagikan Makan-Minum Gratis hingga Ojol Ikut Antar ke Senayan

"Kalau ada pemimpin yang mempersilahkan orang lain menginjak-injak kepalamu, dia akan mati ditawur oleh rakyatnya sendiri," ujar Emha Ainun Nadjib.

Tak hanya ucapannya saja, tulisan Cak Nun juga banyak dianggap seperti ramalan yang kejadian saat ini tentang bagaimana perlakuan pemerintah terhadap rakyat.

"Rakyat hanya punya satu kegiatan kenegaraan yaitu di-kempong-i oleh kekuasaan, gigi-gigi kekuatan sejarahnya dibikin rampal sehingga mulut kedaulatannya kempong."

Baca Juga: Ratusan Massa Ditahan Pasca Demo Kawal Putusan MK, Aparat Keamanan Minta Tebusan, Netizen: Pencuri Berseragam

"Rakyat yang bisa dipukuli kapan saja, dikelabui pagi hari, diakali sore hari, dininabobo siang hari, dicuri miliknya malam hari," tulisan Cak Nun.

Halaman:

Editor: Anisa Maharani

Sumber: X @MuhammadiyinGL

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X