Aksi bisu ini, meskipun sunyi, sebenarnya berbicara lebih keras daripada kata-kata. Ini adalah panggilan bagi pemerintahan Jokowi untuk kembali mendengar suara rakyat, khususnya masyarakat adat Papua yang merasa dikhianati.
Dalam keheningan Taman Sorong City, sebuah pesan kuat disampaikan, bahwa demokrasi tidak boleh menjadi alat permainan kekuasaan, dan suara-suara yang terpinggirkan harus kembali mendapatkan tempatnya di meja kebijakan nasional.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Demokrasi di Ambang Batas! Kawal Putusan MK, Inilah Suara CLS Fakultas Hukum UGM dalam Menentang Pelemahan Konstitusi
Ancaman Pelemahan Konstitusi! Demokrasi dalam Bahaya, Inilah Suara Kritis dan Pernyataan Sikap dari HMI Bulaksumur
Sufmi Dasco Mendadak Konpres, Revisi RUU Pilkada Batal Disahkan? Netizen: MOSI TIDAK PERCAYA...
Iriana Jokowi Asik Jogetan Saat Rakyat Sibuk Demo: The Real Menari di Atas Penderitaan Rakyat
Update Demo Jakarta 2024, Gerbang Belakang Dijebol, Massa Meringsek Masuk hingga Kemunculan Arteria Dahlan