"Sekarang kenapa diam ya pak? Apa karena sekarang bapak sudah berada di barisan pemegang kekuasaan? Kok bisa pak seorang calon pemimpin punya standar ganda begini? Bukan kah harusnya semua berjalan sesuai hukum yg ada ya pak? Patokannya hukum pak, jadi gak ada standar ganda gini," ucap warganet.
"Ketika sudah masuk ke dalam sistem, semua idealis itu luntur demi kepentingan politik dan karir Layaknya babi lebih suka bermain main dengan lumpur tanpa sadar lumpur itu dipenuhi kotoran bau menjijikkan," ujar warganet.
"Dah pak @ridwankamil daripada nambah” dosa ikut rezim better lu bikin taman sama gedung instagramable aja dah bener . Tahun 2011 masih jadi orang bener nih keknya ga kayak sekarang," timpal warganet lain.
"Apakah anda punya cukup punya nyali untuk turun menggemakan 1998 Jilid 2 seperti cuitan yg berasal dari isi kepala anda?!. Manusia yg dipegang adalah ucapannya Bung Buktikan cuitan anda ini agar tidak menjadi seorang PECUNDANG," tandas warganet.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Fisipol Unej Aksi Kibarkan Bendera Setengah Tiang, Kritisi Masa Depan Demokrasi Indonesia dalam Cengkeraman Kartel Politik
GMNI Jember Turun Aksi Kawal Putusan MK, Lawan Hegemoni Kekuasaan demi Demokrasi yang Sejati
Demokrasi di Ambang Batas! Kawal Putusan MK, Inilah Suara CLS Fakultas Hukum UGM dalam Menentang Pelemahan Konstitusi
Ancaman Pelemahan Konstitusi! Demokrasi dalam Bahaya, Inilah Suara Kritis dan Pernyataan Sikap dari HMI Bulaksumur
Buzzer Mulai Bergerak? Mendadak Trending Hashtag 'Pilih Damai Bareng Prabowo' di Tengah Aksi Demo Kawal Putusan MK di Gedung DPR RI
Iriana Jokowi Asik Jogetan Saat Rakyat Sibuk Demo: The Real Menari di Atas Penderitaan Rakyat