Bahkan sejumlah sumber menyebutkan PBNU berniat membeli 100 hektar tanah di IKN.
Selain itu, PBNU juga dikabarkan akan memberikan biaya pemeliharaan infrastruktur senilai Rp26 Triliun.
Pertemuan Gus Yahya dan Jokowi ini pun mendapatkan sindiran dari cendekiawan NU, Gus Nadir atau Nadirsyah Hosen.
Gus Nadir menyindir Gus Yahya yang malah menemui Jokowi untuk membahas tambang di saat banyak rakyat berdemo.
“Jangan cuma bisa demo, contoh dong PBNU, langsung datangi presiden ke Istana,” tulis Gus Nadir seperti dikutip SketsaNusantara.id dari cuitannya di X @na_dirs.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Krisis Konstitusi! Kawal Putusan MK, Ini Seruan Tegas dari Civitas Akademica UI untuk Lindungi Demokrasi
The King Of Mencla-Mencle, Beda Tanggapan Jokowi Soal Putusan MK, Tahun Berbeda Ucapanpun Tak Lagi Sama
Didukung Netizen 100 Persen, Demo ‘Jogja Memanggil’ Padati Jalan Malioboro, Aksi Damai Tolak RUU Pilkada
Reza Rahadian Berikan Orasi pada Aksi Kawal Putusan MK: Ini Negara Bukan Milik Keluarga Tertentu
Ketua Umum PBNU, Gus Yahya Temui Presiden Jokowi Bahas Konsesi Tambang Investasi IKN, Netizen: Agama jadi Tameng
Tak Anulir tapi Justru Adopsi Putusan MK, Inilah Jawaban Baleg DPR RI Terkait Revisi Undang-Undang Pilkada
Kondisi Terkini! Aksi Kawal Putusan MK Tolak RUU Pilkada di Gedung DPR RI, Massa Aksi Sampai Jebol Pagar
Semarang Chaos! Aksi Massa Tolak UU Pilkada di DPRD Jateng, Polisi Tinda Tegas Para Demonstran