SketsaNusantara.id - Mohammad Faqih Al Haramain siap mencalonkan diri sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2024-2027.
Rekam jejaknya di struktural PMMI telah berlangsung dari tahun 2017. Sebelumnya, ia juga mulai aktif sebagai kader PMII dari tahun 2015.
Pria yang disapa Faqih ini merupakan arek Jember dengan daftar prestasi istimewa di tingkat nasional.
Menjelang Kongres PMII ke-XXI pada September nanti, Faqih telah merumuskan sejumlah gagasan sebagai calon ketum.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Instagram @sahabat.faqih, berikut ini profil Mohammad Faqih Al Haramain.
Jenjang Kaderisasi PMII
1. MAPABA PMII FP FTP UNEJ (2015)
2. PKD PK PMII NGALAH Pasuruan (2019)
3. PKL PC PMII Lumajang (2020)
4. PKN PB PMII (2024)
Baca Juga: Wulan Sari Kandidat Ketua Umum KOPRI PB PMII dari Ciputat, Siap Wujudkan Entitas Perempuan Berdaya
Rekam Jejak Struktural PMII
1. Ketua Bidang Rayon Persiapan PMII FTP UNEJ (2017-2018)
2. Ketua Rayon PMII FTP UNEJ (2018-2019)
3. Sekretaris PC PMII Jember (2019-2021)
4. Ketua PC PMII Jember (2021-2022)
Pelatihan
1. Pemahaman Standar HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point): 2018
2. ISO 9001: 2015 (Sistem Manajemen Mutu): 2019
3. ISO 14001: 2015 (Sistem Manajemen Lingkungan): 2019
4. ISO 45001: 2018 (Occupational Health and Safety Management System): 2019
5. Bagian dari 60 peserta Pendidikan Kader Pemimpin Muda Nasional Kemenpora RI dari seleksi total partisipasi 3000an peserta lintas organisasi kepemudaan, BEM, kelompok strategis, dan organisasi minat bakat.
Artikel Terkait
Biografi Mahbub Djunaidi, Tokoh NU dengan Julukan Sang Pendekar Pena, Benarkah Menjadi Ketua Umum PMII yang Pertama?
3 Fakta Mahbub Djunaidi, Selain Ketua Umum Pertama PMII Pernah Memimpin PWI Pusat, Benarkah?
Kabar Duka KH Chalid Mawardi Berpulang, Mantan Ketum GP Ansor dan Pendiri PMII Wafat di Usia 88 Tahun
13 Tokoh NU Pendiri PMII Selain KH Chalid Mawardi, Ada Anak Ulama Asal Malang yang Jarang Disebut, Siapa?
Sejarah PMII, Organisasi Kemahasiswaan yang Didirikan oleh KH Chalid Mawardi dan 13 Tokoh NU, Ini Alasan Berdirinya