SketsaNusanatara.id - Konflik PBNU dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) semakin memanas.
Bermaksud mengurai bola panas yang terlanjur bergulir ke publik, PBNU mengundang Hasanuddin Wahid, Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk datang ke kantor PBNU.
Undangan tersebut dilayangkan pada 2 Agustus 2024 lalu. Tujuannya, untuk silaturahmi sekaligus mendalami informasi dari PKB.
Sayangnya, Hasanuddin Wahid, absen saat diminta hadir di kantor PBNU, Jakarta Pusat pada 5 Agustus 2024.
Cholil Nafis, Rais Syuriah PBNU menyatakan telah menunggu kedatangan Hasanuddin Wahid selama kurang lebih dua jam, namun belum ada konfirmasi.
"Kami tunggu sampai 14.30 tapi juga belum ada konfirmasi," kata Cholil saat konferensi pers di kantor PBNU, 5 Agustus 2024.
Baca Juga: 3 Arahan Gus Yahya kepada Banser Seluruh Indonesia Pasca Demonstrasi di Gedung PBNU Jakarta
Perselisihan antara PKB dan PBNU ini bermula dari pembentukan Panitia Khusus hak Angket DPR RI terkait penyelenggaraan haji 2024.
Pansus tersebut disahkan oleh Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Tujuan pembentukan pansus itu karena Kementrian Agama diduga bermain dalam kebijakan kuota haji khusus.
Konflik semakin melebar usai Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf mengeluarkan statement tentang dendam pribadi Ketum PKB Muhaimin Iskandar.
Staquf menilai pansus mengincar Kemenag yang dipimpin oleh Yaqut Cholil Qoumas yang merupakan adik kandung Ketum PBNU.***
Artikel Terkait
Aksi 5 Warga NU Temui Presiden Israel Panen Hujatan, Netizen Ungkit Kunjungan Ketum PBNU dan Gus Dur
PBNU Keluarkan Larangan bagi Anggotanya Mengutip Iuran untuk Kegiatan Organisasi, Gus Yahya: Harus Dikembalikan ke Warga
Di Balik Pro Kontra Konsesi untuk Ormas Keagamaan, LPPNU dan LPNU Kabupaten Gresik Sambut Baik Keputusan PBNU Kelola Tambang
Aliansi Santri Gus Dur Gelar Demo di Kantor PBNU dan Siapkan 5 Tuntutan, Buntut Drama Ketum PBNU, PKB dan Menag?
Alasan M. Syarbani Haira Mundur Sebagai Katib Syuriah PBNU, Imbas Konflik NU dengan PKB?
Profil Syarbani Haira, Katib Syuriah PBNU yang Mengundurkan Diri, Pernah Nyaleg hingga Jadi Dosen di Universitas NU Kalsel