Kamis, 4 Juni 2026

Kronologi Polisi di Bengkulu Tewas Dibacok saat Bertugas Tangani Kasus Penganiayaan, Pelaku Masih di Bawah Umur Jadi Sorotan Netizen

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 5 Agustus 2024 | 09:15 WIB
Potret prosesi pemakaman polisi yang tewas saat bertugas dibacok pelaku penganiayaan di Seluma, Bengkulu. (Instagram/polres_seluma.)
Potret prosesi pemakaman polisi yang tewas saat bertugas dibacok pelaku penganiayaan di Seluma, Bengkulu. (Instagram/polres_seluma.)

SketsaNusantara.id - Kabar duka datang dari Provinsi Bengkulu. Seorang polisi meregang nyawa saat tengah bertugas menyelidiki kasus penganiayaan.

Kejadian nahas ini terjadi pada Jumat, 2 Agustus 2024 yang menewaskan Bripda Sony Bintang Alfalah, salah satu personel kepolisian dari Polres Seluma.

Dilansir dari akun Instagram @interaktive_, Bripda Sony Bintang Alfalah, anggota Polres Seluma meninggal dunia usai dibacok pelaku penganiayaan saat akan diamankan ke kantor polisi.

Baca Juga: Detik-Detik Warga Lempar Motor Debt Collector ke Sungai di Jakarta Pusat, Buntut Keributan Penagih Utang dengan Ojol Gegara Hal Ini

Berdasarkan informasi yang dihimpun SketsaNusantara.id, kronologi tewasnya Bripda Sony berawal dari laporan warga terkait kasus penganiayaan yang terjadi di Desa Sembayat, Kabupaten Seluma, Bengkulu.

Setelah menerima laporan warga, Bripda Sony dan salah satu rekannya yakni Ipda Bambang Ilyadi menuju ke lokasi untuk melakukan penyelidikan serta olah TKP (tempat kejadian perkara) untuk menangkap pelaku.

Kedua petugas tersebut ditemani 10 personel lainnya berjalan kaki menuju lokasi yang berada di wilayah perkebunan Gena Kayu Agho di hulu, Kelurahan Puguk, Kecamatan Seluma Utara.

Baca Juga: Momen Bupati Hendi Berjabat Tangan di JFC dengan Bacabup Jember Gus Fawait, Netizen: Salamnya Petarung

Saat petugas tiba di lokasi, secara tak terduga, pelaku penganiayaan melakukan perlawanan dengan mengayunkan senjata tajam hingga beberapa personel kepolisian terluka parah.

Bripda Sony yang berada di depan, terkena sabetan benda tajam saat pelaku menyerang menggunakan parang berulang kali sehingga mengalami luka parah pada pergelangan tangan, lengan, kepala, hingga kaki.

Bripda Sony sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun sayang nyawanya tak tertolong saat dalam penanganan medis dan dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Marisa Putri Mengaku Mabuk hingga Tak Sadar Tabrak Korban, Dijerat Pasal 310-311 UULAJ, Penjara Berapa Tahun?

Sementara itu, Ipda Bambang Ilyadi masih bisa diselamatkan dan hingga kini masih dirawat di RS Bhayangkara Bengkulu karena mengalami cedera serius pada bagian tangannya.

Kombes Anuardi selaku Kabid Humas Polda Bengkulu menyebut pelaku pembacokan adalah laki-laki bernama Ardan, usia 52 tahun dan anaknya bernama Reki yang masih berusia 13 tahun.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X