SketsaNusantara.id - Imam Supandi, pendiri Yayasan Pondok Modern Babussalam Al Firdaus Karangploso di Kabupaten Malang, terinspirasi untuk mencalonkan diri sebagai Wali Kota Malang pada momen Pilkada serentak 2024.
Tidak secara tiba-tiba, latar belakangnya yang kuat dalam bidang pendidikan menjadi salah satu pemicu utama keputusannya ini.
"Saya bukan berasal dari dunia politik atau pemerintahan," ujar Imam Supandi saat ditemui di SMK Madani Indonesia Karangploso pada Senin, 22 Juli 2024.
Baca Juga: KPU Jember Targetkan 65 Persen Partisipasi Masyarakat di Pilkada 2024, Ternyata Ini Strateginya
Ia menjelaskan bahwa permintaan untuk maju dalam pemilihan datang dari berbagai tokoh pendidikan di Kota Malang, termasuk ulama, habib, dan kyai. Mereka telah meminta Imam untuk mempertimbangkan langkah ini sejak setahun yang lalu.
Imam menilai bahwa Kota Malang membutuhkan pemimpin yang tegas dalam mengambil keputusan, terutama dalam memperkuat citra kota sebagai pusat pendidikan, industri, dan pariwisata.
Dia merasa bahwa dari Wali Kota sebelumnya, tidak ada perubahan signifikan dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Hal ini mendorongnya untuk membawa perubahan yang lebih berarti.
Ia bercita-cita membangun kembali identitas Kota Malang sebagai kota yang bermartabat, beretika, dan memiliki industri yang kuat serta pariwisata yang optimal.
Infrastruktur kota yang sudah memadai, seperti tol di Gribig, menjadi potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
Imam juga menekankan pentingnya pendidikan gratis yang merata tanpa memandang status ekonomi.
Ia berencana mendatangkan investor untuk mengembangkan pariwisata tanpa mengganggu APBD dan mempermudah perizinan usaha agar industri bisa berkembang pesat, membuka lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan.
Baca Juga: Selesaikan Tahapan Coklit Pilkada 2024, Ini Catatan Penting dan Evaluasi Panwaslu Pringkuku Pacitan
"Program harus konkret, terutama di tahun pertama untuk mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan ekonomi rakyat," tegas Imam.
Artikel Terkait
Catat! KPU Mojokerto Ingatkan Konsekuensi jika Meremehkan Keaslian Dokumen Administrasi dalam Pilkada Serentak 2024
Konsisten Sosialisasi Proses dan Tahapan Pilkada 2024 ke Masyarakat, Komisioner KPU Bondowoso Minta PPK dan PPS Manfaatkan Medsos
Cakupan Lebih Luas, KPU Bondowoso Himbau PPK dan PPS Lakukan Sosialisasi Tahapan Pilkada Serentak 2024 Pakai Metode Ini
Rampung 100 Persen di Pekan Keempat Tahapan Coklit Pilkada 2024, PPK Nonggunong Sumenep Evaluasi Kendala Pantarlih di Lapangan
Coklit di Rumah Bupati Jember, Bawaslu Terus Kawal Hak Pilih Masyarakat di Pilkada 2024
KPU Kabupaten Madiun Pastikan Orang Meninggal Tidak Masuk DPT pada Pilkada 2024