Kamis, 4 Juni 2026

Menolak Lupa! Momen Gus Dur Dilengserkan dari Jabatan Presiden RI, 23 Tahun Lalu Terjadi Aksi Panas di Kursi Politik?

Photo Author
Diva Diah Liana Ningrum, Sketsa Nusantara
- Selasa, 23 Juli 2024 | 17:45 WIB
Momen Gus Dur dilengserkan dari kursi Presiden RI. (Instagram @jaringangusdurian)
Momen Gus Dur dilengserkan dari kursi Presiden RI. (Instagram @jaringangusdurian)

SketsaNusantara.id- Tanggal 23 Juli 2024 rupanya menjadi hari yang bersejarah dalam lingkungan politik Indonesia. Khususnya masa pemerintahan Gus Dur.

Tepat 23 tahun yang lalu, Gus Dur dilengserkan dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia, yakni pada 23 Juli 2001.

Lantaran tidak terima karena Gus Dur lengser begitu saja. Saat itu bahkan tidak sedikit relawan yang akan membela Gus Dur.

Baca Juga: Nilai Paling Dasar dari Sepak Terjang Gus Dur, Kritik pada Penggunaan Agama untuk Kepentingan Kelompok

Dilansir SketsaNusantara.id dari Instagram @jaringangusdurian, ada 300.000 relawan yang siap berangkat ke Jakarta untuk membela Gus Dur.

Presiden RI ke-4 saat itu diduga tersandung skandal Buloggate dan Bruneigate. Alhasil, kelompok opisisi mengguncang masa pemerintahan Presiden RI ke-4.

Walau demikian, dugaan kasus skandal tersebut sampai sekarang belum terbukti benar adanya.

Baca Juga: Aksi 5 Warga NU Temui Presiden Israel Panen Hujatan, Netizen Ungkit Kunjungan Ketum PBNU dan Gus Dur

Dari tahun 2000 sampai 2024, belum ada keputusan pasti mengenai kasus tersebut. Putri mendiang Gus Dur, Yenny Wahid pada Tahun 2012 juga membantah jika sang ayah terlibat dalam skandal tersebut.

Adapun masa lengsernya Gus Dur yang kurang diterima oleh publik. Justru membuatnya tidak melakukan pembelaan dalam lingkungan politik.

Ia malah melarang relawan untuk datang. Sebab ia tidak ingin ada pertikaian hanya karena jabatan.

Baca Juga: Tak Dapat Pengawalan! Ini Alasan Presiden Soekarno Dikawal Yakuza saat Berkunjung ke Jepang

Saat itu, Gus Dur ke luar dari Istana Negara untuk meredakan amarah para pendukungnya. Ia menggunakna pakaian santai sebagai simbol tidak ada hal serius yang tengah terjadi.

Padahal sebenarnya ia bisa mempertahankan jabatannya sebagai Presiden RI ke-4. Namun ia tegas menolak, "Tidak bisa! Demokarasi bukan pasar!".

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @jaringangusdurian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X