Namun, sebelumnya pemerhati lingkungan Greenpeace telah memperingatkan soal dampak deforestasi hutan akibat pembangunan mega proyek IKN di Kalimantan Timur.
Greenpeace dan peneliti dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) mengungkapkan dampak deforestasi hutan yang akan menyebabkan dampak kekeringan dalam jangka waktu panjang dan juga rusaknya ekosistem.
Begitu juga dengan WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) yang memperingatkan pembangunan IKN akan memperluas dampak deforestasi di Kalimantan Timur.
Bahkan, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA ikut prihatin dan menyoroti wilayah Kalimantan Timur yang mengalami perluasan lahan untuk pembangunan IKN.
Peringatan dari para pemerhati lingkungan hidup ini bahkan menyarankan pembangunan IKN segera diberhentikan agar tidak menimbulkan dampak pada perubahan iklim dan kerusakan ekosistem di Kalimantan Timur.
Bukan tanpa alasan, pembukaan lahan dan ancaman akibat deforestasi atau hilangnya kawasan hutan otomatis dapat menghilangkan tempat penyerapan karbon.
Selain itu, hutan yang semula sebagai tempat penahan air akan kehilangan fungsinya sehingga memicu banjir dan tanah longsor dan kerusakan lingkungan yang berdampak pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar.***
Artikel Terkait
Di Mana Lokasi Beach Club Raffi Ahmad? 20 Ribu Petisi Tolak Pendirian, Rusak Lingkungan
5 Fakta Gunung Sewu, Lokasi Beach Club Raffi Ahmad di Gunung Kidul, Salah Satu Geopark Warisan Dunia Loh
Ramai Polemik Soal Kebijakan Tambang bagi Ormas Keagamaan, 5 Film Ini Suarakan Isu Lingkungan di Indonesia yang Kondisinya Tidak Baik-Baik Saja
Soroti Laut Indonesia yang Belum Dimanfaatkan Maksimal, Ternyata Emil Salim Pernah Menjadi Pendiri Organisasi Besar Berbasis Lingkungan
Raffi Ahmad Batal Investasi, Sultan Hamengkubuwono X Beri Tanggapan Menohok untuk Proyek Beach Club yang Menuai Kontroversi di Gunungkidul
UNEJ Jember Launching Gerakan Sekolah Sadar Lingkungan di Banyuwangi: Strategi Meminimalisir Dampak Global Warming