Termasuk Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.
Dalam upayanya membangun ekosistem kendaraan listrik, Indonesia telah memberikan berbagai insentif fiskal dan perpajakan untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam.
Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan transformasi ekonomi yang berkelanjutan melalui kerja sama investasi yang saling menguntungkan, termasuk dengan Korea Selatan.
Pada November 2019, pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia diresmikan, dengan nilai investasi sebesar 1,22 miliar dolar dan menyerap 1.925 tenaga kerja lokal.
Sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia dan beragam mineral kritis lainnya, Indonesia tengah membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi.
Negara ini menargetkan produksi 600.000 mobil listrik pada tahun 2030, menjadikan Indonesia sebagai pusat utama produksi kendaraan listrik di Asia Tenggara.***
Artikel Terkait
Jelang Purna Tugas, Rumah Pensiunan Jokowi di Colomadu Karanganyar Mulai Dibangun, Luas Lahannya Bikin Netizen Melongo
PDI-P Usung 3 Menteri Jokowi untuk Bertarung di Pilkada Jatim 2024, Menpan-RB Azwar Anas Turut Disebut
Ganjar Pranowo Bandingkan Soekarno dengan Pemimpin Saat Ini, Lebih Utamakan Keluarga daripada Rakyat, Sindir Politik Dinasti Jokowi?
Jadi Pegangan Hidup Jokowi! Sunan Kudus Wali Songo Beri Wasiat Pepatah Jawa Sebelum Wafat, Punya Makna Dahsyat
Total Ada 218 Proyek! Presiden Jokowi Targetkan Pembangunan Infrastruktur Masif 29 PSN Tahun 2024 Lengkap Untuk Semua Sektor Transportasi