"Selain menampilkan tari Pamuji Sindhutan, anak didik Sanggar Tari Cemara Biru juga menghadirkan Tari Kijang dan Banteng di festival tersebut,' tambahnya.
Untuk memastikan bisa tampil sempurna, Sanggar tari Cemara Biru secara rutin berlatih di pendopo Patrang.
Yang menarik, Fera bersuamikan Faisol Amir, SSn, MSn yang sama-sama menjadi pegiat seni di Jember. Dengan begitu, ia bisa berbagi peran dengan sang suami.
Fera bertugas menciptakan menciptakan tarian yang akan ditampilkan, sementara ilustrasi musik menjadi tanggung jawab sang suami.
Menutup penjelasannya, Fera bertekat untuk terus mendorong agar minat generasi milenial di Jember untuk belajar tari tradisional semakin meningkat.
Mengingat kebanyakan generasi milenial di Jember lebih tertarik kepada seni tari modern dibandingkan tradisional.***
Artikel Terkait
Peninggalan Sunan Kalijaga: Wayang Kulit Sebagai Warisan Budaya Keilmuan Abadi dan Kisah Seorang Wali yang Pernah Jadi Perampok
Asal Usul 6 Julukan Sunan Kalijaga, Wali Songo yang Berdakwah Lewat Wayang, Ada Nama Panggung Saat Jadi Dalang!
Cara Unik Sunan Kalijaga Berdakwah dengan Wayang dari Majapahit hingga Pajajaran, Penonton Disuruh...
Pepali Pitu! 7 Pilar Falsafah yang Dijadikan Pijakan Kehidupan Karya Sunan Drajat, Ada Gamelan Singo Mengkok yang Masih Eksis?
Revolusi Wayang: Ide Jenius Sunan Kalijaga hingga Islam Menyebar Luas di Jawa, Dulu Hiburan Kaum Bangsawan