Namun, penjelasan ini tidak serta merta meredakan kemarahan dan kekecewaan banyak pengguna Weibo yang merasa tertipu.
Insiden ini memicu perdebatan publik tentang etika dalam mempromosikan objek wisata dan transparansi dalam pengelolaan tempat-tempat ikonik di China.
Banyak yang menyuarakan pentingnya kejujuran dan menjaga keaslian alam, sembari mengutuk tindakan menipu wisatawan dengan memalsukan fenomena alam.
Apalagi air terjun palsu ini telah mendatangkan jutaan pengunjung setiap tahunnya karena dianggap sebagai formasi geologi berusia ratusan miliar tahun dan merupakan bagian dari Geopark Global UNESCO.
Untuk itu banyak pihak yang kemudian menuduh China telah menipu pengunjung dan merusak integritas pariwisata di negara tersebut.***
Artikel Terkait
Mata Biru Hanya Milik Bule? Bukan Hanya Satu, Inilah Tiga Suku di Indonesia Yang Punya Wajah Mirip Para Pencari Rempah
Pembangunan Dibiayai Hasil Ngutang Dari Uni Soviet dan Korbankan 4 Desa, Kini Kemegahan Stadion Gelora Bung Karno Membuat Pelatih Filipina Bengong
Heboh Penemuan Bayi Baru Lahir yang Dibuang di Teras Rumah Warga Jember, Polisi Ikut Turun Tangan, Begini Kondisinya
Trending! Bule Bawa Kabur Truk Kuning Berujung Tabrak Pengendara, Ternyata Kabur Ke Bandara Ngurah Rai, Begini Kronologinya
Deretan Respons Geram Netizen Komentari Video Viral ABG yang Umpat Penderitaan Rakyat Palestina: Cocok Buat Tumbal Jalan Tol
Bikin Heboh! Seorang Bule WNA Inggris Curi Truk di Bali Hingga Menerobos Area Bandara Ngurah Rai,
7 Fakta Menarik Felicitas Tallulembang yang Disebut Penyebab Muhammadiyah Tarik Dana dari BSI: Suami hingga Karir