Minggu, 19 Juli 2026

Soekarno Ternyata Tak Lahir di Blitar, Jejak Kelahirannya Berusaha Dikaburkan Orde Baru?

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Kamis, 6 Juni 2024 | 09:58 WIB
Soekarno, sosok Presiden Pertama Indonesia. Instagram/@gdeindraprayogi (Instagram/@gdeindraprayogi)
Soekarno, sosok Presiden Pertama Indonesia. Instagram/@gdeindraprayogi (Instagram/@gdeindraprayogi)

SketsaNusantara.id – Siapa yang tak kenal Soekarno, seorang tokoh besar tanah air yang dijuluki sebagai sang proklamator sekaligus Presiden pertama RI.

Soekarno lahir pada tanggal 6 Juni 1901, dari ayah bernama Raden Soekemi dan dari ibu bernama Ida Ayu Nyoman Rai .

Sejarah mencatat bahwa ada dua versi terkait dimana sebetulnya ia dilahirkan, versi pertama mengatakan ia lahir di Blitar dan versi kedua mengatakan ia lahir di Surabaya.

Baca Juga: Sering Tidak Punya Uang, Presiden Soekarno Lelang Peci Hitamnya untuk Zakat dan Orang Miskin di Makam Sunan Giri

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube CGR Official, Soekarno kecil lahir pada saat fajar sedang menyingsing dan sang ibu yakni Ida Ayu Nyoman Rai percaya bahwa bayi laki-laki yang dilahirkannya akan memiliki nasib yang jauh lebih baik darinya.

Namun dibalik tahun lahir Soekarno, dunia sedang bergerak cepat dengan berbagai perubahan terkait revolusi kemanusiaan dimana negara-negara di Asia dan Afrika sedang berkembang.

Sedangkan dalam teknologi pengetahuan juga bergerak dengan cepat menuju abad teknologi dan ilmu pengetahuan hingga ke luar angkasa serta berkembangnya teknologi atom di sejumlah negara.

Sedangkan tanggal dan bulan lahir Soekarno juga dianggap sebuah keberuntungan karena angka 6 yang mendominasi yakni tanggal 6 dan bulan 6 yang merupakan lambang kembar dua sifat yang berlawanan.

Baca Juga: Hanya Menerima 10 Pembeli Saja, Restoran Unik di Yogyakarta Ini Sajikan Menu Khas Dari Resep Warisan Bung Karno

Dan rupanya arti lambang kembar itu benar adanya karena Soekarno sendiri mengakui bahwa ia sanggup menjebloskan musuh-musuhnya ke balik jeruji besi namun dilain pihak ia tak sanggup melihat burung terkurung di dalam sangkar.

Saat kelahiran Soekarno juga disambut oleh letusan Gunung Kelud dan berada ditengah kesulitan hidup keluarganya hingga Raden Soekemi tak sanggup memanggil dukun untuk membantu kelahiran putranya.

Satu-satunya orang yang bisa membantu kelahiran Soekarno saat itu adalah sahabat Raden Soekemi sendiri, seorang kakek yang sudah sangat tua.

Sedangakn kelahiran Soekarno sempat menjadi kontroversi pada masa orde baru dimana disebutkan Soekarno lahir di Blitar disebut sebagai bagian dari proyek de-Soekarnoisasi.

Baca Juga: Penuh Perjuangan di Bulan Juni! Inilah 10 Twibbon Bulan Bung Karno, Cocok Dipasang di Medsos Sebagai Bentuk Khidmat Pada Sang Proklamator

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube CGR Official

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X