Ketua Tim Percepatan Investasi Kabupaten Situbondo, Riza Rachman, menyampaikan bahwa sinyal positif sudah terlihat dari pembicaraan awal bersama sekitar 7 hingga 10 korporasi nasional yang bergerak di ranah perhotelan dan rekreasi.
Walau demikian, pemkab tetap membuka pintu lebar bagi pelamar dari kalangan BUMN, BUMD, maupun perseroan terbuka.
Riza mengemukakan bahwa pemerintah daerah menetapkan kriteria seleksi ketat yang tidak sekadar mengukur kemampuan modal dasar, melainkan juga rekam jejak profesionalisme, jaringan pemasaran internasional, serta adaptasi teknologi pengelolaan destinasi wisata.
“Kami tidak hanya mencari investor yang mampu menanamkan modal, tetapi mitra yang memiliki visi jangka panjang untuk membangun destinasi. Pasir Putih membutuhkan pengalaman, inovasi, teknologi, jaringan pemasaran, dan kemampuan pengelolaan kelas profesional,” pungkas Riza.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Tragis, Kronologi Kecelakaan Tunggal di Situbondo yang Merenggut Nyawa Kapolsek Arjasa, AKP Kusmiani Meninggal Dunia Diduga Terkena Serangan Jantung
Antisipasi Terjadinya Abrasi, Unej dan Pemkab Situbondo Tanam Bibit Mangrove: Potensi Besar Jadi Ekowisata
Tragedi Pilu di Akhir Tahun, Satu Keluarga Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumah di Desa Demung Situbondo, Motif dan Pelaku Masih Didalami Polisi
Situbondo Dinilai Layak Kembali Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Resmikan Pendopo Pate Alos, Jadi Titik Awal Penataan Wisata Kota Tua Besuki di Situbondo
Tanggapi Aduan Warga yang Terdampak Perang Iran-Israel, Bupati Situbondo Mas Rio Buka Posko Pengaduan
Situs Sungai Bersejarah di Olean Situbondo Diduga Pernah Menjadi Jalur Perahu Saudagar Majapahit
Viral!Bidan RSUD Besuki Situbondo Jadi Korban Pembunuhan, Suami Diduga Jadi Pelaku dan Menyerahkan Diri ke Polda Jatim
Bupati Situbondo Mas Rio Ungkap Strategi Jaga Pertumbuhan Ekonomi 5,28 Persen dan Kendalikan Inflasi
Dari Pengemasan Ikan Hingga Go Digital, Kiat Dosen Unej Tingkatkan Nilai Tambah Hasil Laut di Situbondo